Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Dewan Perdamaian atau Board of Peace merupakan langkah strategis diplomasi untuk memperkuat dialog internasional dan membangun solidaritas lintas bangsa.
Hal tersebut disampaikan Ferry saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) terkait Board of Peace yang diselenggarakan oleh Dewan Tanfidzi Nasional (DTN) Persada 212 di Jakarta, Selasa (3/2).
Ferry menekankan, posisi Indonesia dalam forum tersebut sejalan dengan amanat konstitusi yang mewajibkan negara untuk menghapuskan penjajahan dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.
“Keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace adalah bagian dari diplomasi damai untuk memperkuat dialog internasional, membangun solidaritas lintas bangsa, dan menjaga nilai keadilan,” ujar Ferry dalam keterangannya, Rabu (4/2).
Amanat Konstitusi Bela Palestina
Politikus Partai Gerindra ini menyebut bahwa dukungan terhadap rakyat Palestina adalah komitmen jangka panjang Indonesia yang telah dibangun sejak awal kemerdekaan. Kebijakan ini dijalankan secara konsisten melalui politik luar negeri yang bebas dan aktif.
Ferry memastikan pemerintah tidak akan bergeser dari prinsip tersebut.
“Indonesia akan terus berdiri bersama Palestina hingga terwujud kemerdekaan yang adil dan bermartabat,” tegasnya.
Dihadiri Tokoh 212
Diskusi tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh ormas Islam dan pengurus Persada 212. Di antaranya Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Majelis Syuro Persada 212 KH Muhyiddin Junaedi, serta perwakilan Majelis Syuro lainnya, KH Badrudin Subky.
Hadir pula Wakil Ketua Umum Persada 212 yang juga Pembina Yayasan Pecinta Al Aqsha, Munarman, serta Sekretaris Jenderal Persada 212, Uus Solihudin.
Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan elemen masyarakat sipil terhadap langkah pemerintah dalam upaya diplomasi damai bagi Palestina melalui forum internasional.










