Menlu Sugiono: Indonesia Siap Jadi Arsitek Tata Kelola Global yang Lebih Adil

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono/IG

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Indonesia akan memperkuat peran dalam kerja sama multilateral guna mendorong terbentuknya tata kelola global yang lebih efektif, adil, dan inklusif. Pemerintah juga menegaskan komitmen untuk tidak hanya menjadi peserta, tetapi ikut berperan dalam merumuskan arah kebijakan internasional di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono saat menjadi pembicara kunci pada Jakarta Geopolitical Forum X bertema Strengthening Multilateralism: Survival Amid Global Turbulence and A Fragmented World yang diselenggarakan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Jakarta.

Menurut Sugiono, efektivitas sistem multilateral hanya dapat terwujud apabila setiap negara menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kerja sama internasional. Karena itu, Indonesia akan terus memperluas kontribusi di berbagai forum global dengan tetap berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas dan aktif.

“Indonesia tidak akan sekadar menjadi penonton, tetapi siap mengambil peran lebih besar dalam membangun tata kelola global yang lebih efektif, adil, dan inklusif,” ujar Sugiono, dikutip melalui Tribratanews.

Ia menegaskan, prinsip politik luar negeri bebas dan aktif memberi ruang bagi Indonesia untuk menjalin hubungan dengan seluruh kekuatan dunia tanpa terjebak dalam polarisasi geopolitik. Setiap langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah, lanjutnya, tetap diarahkan untuk mengutamakan kepentingan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam menjembatani berbagai kepentingan di tingkat global.

Sugiono juga menyoroti dinamika dunia yang semakin kompleks akibat meningkatnya fragmentasi geopolitik. Meski demikian, Indonesia memandang perubahan tersebut sebagai peluang untuk memperkuat peran dan kepemimpinannya di kancah internasional.

“Peran kepemimpinan di masa depan akan menjadi milik negara-negara yang paling siap menghadapi perubahan. Indonesia bertekad menjadi bagian dari negara-negara tersebut,” katanya.

Menurut Sugiono, pemerintah akan terus memperkuat kemitraan internasional sebagai bagian dari strategi menghadapi tantangan global sekaligus memperluas ruang kerja sama yang saling menguntungkan bagi seluruh bangsa.