Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan posisi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) sebagai garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan. Ia meminta organisasi tersebut tidak hanya menjadi penonton, melainkan turun langsung ke sawah mendampingi para petani.
Hal tersebut disampaikan Wamentan menyusul hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HKTI yang digelar kemarin, Rabu (11/2).
“HKTI bukan organisasi yang cuma nonton, tapi harus turun langsung dampingi para petani di sawah. Kita ini kawan diskusi pemerintah buat urusan swasembada pangan. Semua rencana yang sudah disusun harus segera jalan tanpa hambatan,” ujar Wamentan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (12/2).
Prabowo Pilih Langsung Nama “Tani Merdeka”
Dalam kesempatan tersebut, Wamentan juga mengungkap fakta menarik di balik penamaan media internal organisasi, Majalah HKTI. Ia menyebut nama “Tani Merdeka” merupakan pilihan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, nama tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam. Presiden ingin menanamkan semangat kemandirian di setiap informasi yang disebarkan kepada publik dan petani.
“Nama ‘Tani Merdeka’ itu pilihan langsung dari Pak Presiden Prabowo Subianto. Beliau ingin semangat kemandirian petani tetap jadi napas utama,” jelasnya.
Ia menambahkan, nama ini membawa tanggung jawab besar untuk memastikan kedaulatan pangan benar-benar terwujud secara nyata, bukan sekadar wacana atau tulisan di atas kertas.
Gaspol Kaderisasi Usai Lebaran
Menatap agenda ke depan, Wamentan memastikan program kaderisasi akan dipercepat (gaspol) setelah perayaan Idulfitri mendatang. Langkah ini diambil untuk menyamakan frekuensi dan cara pandang seluruh pengurus mengenai urgensi swasembada pangan.
Ia menekankan bahwa dukungan HKTI terhadap pemerintah harus didasari oleh kekuatan ideologi dan pemikiran yang substansial.
“Dukungan ke pemerintah juga landasannya ideologi dan pemikiran yang kuat, bukan cuma sekumpulan pengagum tanpa arah. Kalau dasarnya sudah kokoh, rintangan apa pun pasti bisa kita tuntaskan bareng-bareng,” pungkasnya.










