PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) telah merampungkan pembayaran dividen interim untuk tahun buku 2025 kepada seluruh pemegang saham pada Januari lalu. Total nilai dividen yang dibagikan mencapai angka fantastis, yakni Rp20,6 triliun atau setara dengan Rp137 per lembar saham.
Direktur Utama BRI, Sunarso, menegaskan bahwa pembagian dividen ini merupakan bentuk apresiasi nyata perseroan atas kepercayaan investor. Langkah ini juga mencerminkan kondisi permodalan BRI yang sangat kuat serta kinerja keuangan yang stabil di tengah tantangan ekonomi domestik.
“Pencapaian ini menunjukkan kemampuan perseroan dalam menghasilkan laba yang berkualitas secara berkelanjutan,” ujar Sunarso dalam keterangan resminya.
Suntikan Segar ke Kas Negara
Sebagai pemegang saham mayoritas, pemerintah menerima porsi dividen terbesar yang langsung disetorkan ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sunarso memastikan kontribusi ini akan digunakan kembali untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional.
“Dividen ini adalah bentuk kontribusi nyata BRI dalam mendukung pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional,” tegasnya.
Selain pemerintah, ribuan investor ritel juga menikmati cuan dari kepemilikan saham bank pelat merah tersebut. Proses distribusi dana dilakukan melalui Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) secara otomatis ke rekening dana nasabah setelah dikurangi pajak.
Keputusan pembagian dividen interim ini diambil setelah manajemen mempertimbangkan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang masih berada di atas ambang batas ketentuan regulator, sehingga tidak mengganggu rencana ekspansi bisnis perseroan di masa depan.










