BRI Jazz Gunung Series 2026 kembali hadir dengan konsep yang memadukan pertunjukan musik jazz, destinasi wisata alam pegunungan, dan kekayaan budaya lokal. Tahun ini, rangkaian festival akan digelar di Gunung Slamet, Jawa Tengah, dan Gunung Bromo, Jawa Timur, sepanjang Juni hingga Juli 2026.
Mengusung tema “Jazztination”, penyelenggara ingin menghadirkan pengalaman yang tidak hanya berfokus pada konser musik, tetapi juga memperkuat daya tarik destinasi wisata yang menjadi lokasi penyelenggaraan.
“Kami menggabungkan kata jazz dengan destination. Penonton Jazz Gunung itu datang enggak cuma karena mau nonton konser jazz-nya aja, tapi karena kami menyelenggarakan acara ini di satu destinasi wisata yang sudah cukup populer, Bromo dan di Gunung Slamet,” kata CEO Jazz Gunung Indonesia, Bagas Indyatmono, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Pendiri Jazz Gunung, Sigit Pramono, menegaskan festival ini tidak sekadar menjadi panggung musik jazz, melainkan bagian dari pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
“Kami selenggarakan ini tidak sekedar musik jazz. Ini perhelatan wisata berbasis komunitas, atau Community Based Tourism,” ujarnya.
BRI Jazz Gunung Slamet akan berlangsung pada 27 Juni 2026 di Wanawisata Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah. Sementara BRI Jazz Gunung Bromo dijadwalkan digelar pada 18-25 Juli 2026 di Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Sejumlah musisi nasional akan meramaikan panggung Jazz Gunung Slamet, di antaranya Amelia Ong, Emptyyy, Kevin Yosua Big 6 feat. Gracy Tamangendar, Mocca, dan NonaRia.
Adapun Jazz Gunung Bromo akan menghadirkan deretan musisi seperti Ali, Bilal Indrajaya, Indra Lesmana LLW feat. Eva Celia dan Teza Sumendra, Isyana Sarasvati, Kevin Yosua Big 6 feat. Nesia Ardi, hingga Littlefingers.
Festival ini juga akan menampilkan kolaborasi musisi internasional, antara lain Ring of Fire feat. Simone Prattico dari Italia dan Sri Hanuraga, Plutato feat. Cait Lin dari Taiwan, Simone Prattico Java Collective feat. Sri Hanuraga dan Kevin Yosua, serta grup Watchdog asal Prancis.
Rangkaian kegiatan Jazz Gunung Bromo akan dimulai pada 18 Juli 2026 di Seruni Point bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan pendukung, mulai dari pameran seni hingga pasar produk kreatif dan kuliner lokal.
Selain konser musik, penyelenggara juga menghadirkan Bromo Jazz Camp selama satu pekan sebagai wadah pengembangan musisi jazz. Sejumlah aktivitas wisata berbasis alam dan budaya turut digelar, seperti Jazz Gunung Pagi-Pagi Trekking Club, Festival Jathilan Majapahit, dan Pestaraya Soto Nusantara.
Tiket BRI Jazz Gunung Series 2026 dapat dibeli melalui Seketiket.com.
Untuk Jazz Gunung Slamet, tiket reguler dibanderol Rp450.000 dan VIP Rp600.000.
Sementara untuk Jazz Gunung Bromo, tiket 1 Day Pass kategori Tribune dijual Rp700.000, VIP Rp1.600.000, dan VVIP Rp3.100.000. Adapun tiket 2 Day Pass dibanderol Rp1.500.000 untuk Tribune, Rp2.500.000 untuk VIP, dan Rp5.100.000 untuk VVIP.
Penyelenggara juga menyediakan tiket Before Sunset dengan harga Rp400.000 untuk 1 Day Pass dan Rp700.000 untuk 2 Day Pass.










