Washington DC, Generasi.co — Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) merilis laporan penilaian ancaman terbaru yang memprediksi adanya serangan langsung dari Iran ke wilayah AS. Ancaman ini muncul sebagai buntut dari serangan militer gabungan AS-Israel ke Iran pada akhir Februari lalu.
Laporan tertanggal 28 Februari dari Kantor Intelijen dan Analisis DHS menyebutkan bahwa Iran dan proksinya “kemungkinan besar” akan menargetkan Amerika Serikat sebagai bentuk balasan.
“Meskipun serangan fisik berskala besar tidak mungkin terjadi, Iran dan proksinya kemungkinan besar menimbulkan ancaman serangan terarah yang terus-menerus di Tanah Air,” tulis laporan DHS yang dikutip dari Reuters, Senin (2/3).
Dampak Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei
Situasi di Timur Tengah memanas setelah Washington dan Tel Aviv mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan brutal pada Sabtu (28/2). Iran secara resmi mengonfirmasi kabar duka tersebut keesokan harinya, yang langsung disusul oleh serangan balasan besar-besaran dari Garda Revolusi (IRGC) terhadap aset militer AS di Timur Tengah.
DHS mencatat bahwa eskalasi tindakan pembalasan hampir pasti meningkat seiring terkonfirmasinya kematian sang pemimpin tertinggi.
Ancaman Siber dan Stabilitas Domestik
Selain potensi serangan fisik terarah, AS kini mewaspadai dua ancaman utama lainnya:
- Serangan Siber: Intelijen memprediksi “aktivis peretas” pro-Iran akan melakukan serangan siber tingkat rendah, seperti perusakan situs web (defacement) dan serangan DDoS terhadap jaringan infrastruktur AS.
- Ketegangan Politik: Iran diyakini akan menyalahkan pejabat senior AS atas setiap aksi protes domestik yang muncul, terutama setelah pernyataan Presiden Donald Trump yang menyuarakan dukungan terhadap perubahan rezim di Teheran.
Respons Pemerintah AS
Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Saat ini, koordinasi ketat dengan mitra intelijen dan penegak hukum federal terus dilakukan guna menangkal infiltrasi ancaman.
“Saya berkoordinasi langsung dengan mitra intelijen dan penegak hukum federal kami saat kami terus memantau dan menggagalkan setiap potensi ancaman terhadap tanah air,” tegas Noem.










