Jakarta, Generasi.co – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mengimbau seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menjaga kekompakan dan persatuan nasional. Seruan ini disampaikan menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Berbicara usai agenda di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3), Muzani menekankan bahwa kepentingan nasional harus berada di atas segalanya guna menghadapi ketidakpastian global.
“Kita harus bersatu padu, tidak boleh kepentingan nasional dikalahkan oleh kepentingan-kepentingan egoisme ataupun pikiran-pikiran yang lebih bersifat emosional,” ujar Muzani.
Dampak Tak Terelakkan bagi Indonesia
Muzani mengakui bahwa situasi perang di Timur Tengah saat ini sangat memprihatinkan dan tidak menentu. Meskipun letak geografis Indonesia jauh dari pusat konflik, ia menegaskan bahwa dampak ekonomi maupun stabilitas pasti akan terasa di dalam negeri.
“Dampak dari keadaan itu diharapkan tidak terlalu terasa di dalam negeri, tapi suka atau tidak suka, dampak itu pasti akan ada. Situasi seberat apa pun dapat dilalui dengan baik jika rakyat dan pemerintah bersatu,” tambahnya.
Krisis Energi dan Penutupan Selat Hormuz
Ketegangan ini mencapai puncaknya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kesiapan untuk membalas kematian personel militernya dan memprediksi perang akan berlangsung selama berminggu-minggu. Kondisi ini diperparah dengan ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran—jalur distribusi minyak paling krusial di dunia.
Keseriusan dampak ini terlihat dari langkah cepat Presiden Prabowo Subianto yang memanggil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia ke Istana guna membahas ketahanan stok minyak nasional.
Catatan Konflik Global
- Korban Jiwa: Serangan terbaru dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 555 orang di Iran, termasuk 168 anak sekolah dasar.
- Geopolitik: Sejumlah negara Arab (Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan UEA) bersama AS merilis pernyataan bersama yang mengutuk tindakan destabilisasi di kawasan Teluk.
- WNI: Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) memastikan bahwa sebanyak 329 WNI yang berada di Iran saat ini dalam kondisi aman dan terus dalam pantauan.
Muzani menutup pernyataannya dengan mengajak semua pihak untuk bahu-membahu melindungi kedaulatan negara. “Kita semuanya tetap menjaga kekompakan, persatuan, kebersamaan untuk melindungi kepentingan bangsa,” pungkasnya.










