JAKARTA, Generasi.co — Langkah besar menuju kedaulatan energi hijau yang inklusif mulai dimatangkan di meja kerja Kementerian Koperasi. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono secara resmi menerima audiensi Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE), John Anis, di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Pertemuan strategis ini membedah cetak biru kolaborasi ambisius bertajuk “Kolaborasi Energi Hijau dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih”. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW langsung ke jantung perekonomian pedesaan melalui wadah koperasi.
Listrik Murah untuk Produktivitas Desa
Menkop Ferry menekankan bahwa sinergi ini bukan sekadar soal pemenuhan kebutuhan listrik, melainkan instrumen untuk menekan biaya produksi di tingkat desa. Dengan pemanfaatan panel surya, masyarakat desa diharapkan mendapatkan akses listrik yang lebih stabil dan jauh lebih hemat biaya dibandingkan sumber energi konvensional.
“Pembangunan listrik tenaga surya ini diharapkan menghadirkan akses listrik yang lebih stabil dan hemat biaya. Dengan ketersediaan listrik yang memadai, kegiatan usaha seperti pertanian dan produksi rumahan dapat berjalan lebih lancar,” ujar Ferry melalui keterangan resminya.
Koperasi Merah Putih sebagai Agregator Ekonomi
Dalam skema kolaborasi ini, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan memegang peran sentral sebagai pengelola aset energi hijau tersebut. Koperasi tidak hanya bertindak sebagai pengelola teknis, tetapi juga memastikan distribusi manfaat ekonomi dirasakan secara merata oleh anggota dan warga sekitar.
Ferry optimis bahwa kemandirian energi di level desa akan menjadi katalis lahirnya peluang usaha baru. Efisiensi biaya energi akan meningkatkan daya saing produk UMKM desa, yang pada akhirnya berdampak langsung pada penambahan penghasilan masyarakat.
Target Besar 100 GW dan Kesejahteraan Rakyat
Diskusi ini sejalan dengan ambisi nasional untuk mengakselerasi transisi energi melalui program PLTS 100 GW. Dengan menggandeng Pertamina NRE, Kementerian Koperasi ingin memastikan bahwa transisi energi hijau tidak hanya dinikmati oleh industri besar, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di pedesaan.
Sinergi antara teknologi energi terbarukan dari Pertamina NRE dan kekuatan akar rumput dari Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi model baru pembangunan ekonomi hijau yang berkelanjutan dan berbasis kerakyatan di Indonesia.










