Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Koperasi Pesantren Adalah Kunci Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Menkop Ferry Juliantono Tegaskan Koperasi Pesantren Adalah Kunci Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia/IG

JAKARTA, Generasi.co — Ambisi Indonesia untuk bertransformasi menjadi episentrum ekonomi syariah global semakin menemukan bentuknya. Dalam pidato penutup (closing remarks) pada ajang Nusantara Economic Sharia Forum (NUSHAF) 2026, Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan bahwa ekonomi syariah kini telah bergeser menjadi pilar fundamental dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Forum yang diselenggarakan oleh Nusantara TV dengan tema “Sinergi Ekosistem Nasional Menuju Indonesia Sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia” ini menjadi panggung bagi pemerintah untuk memetakan peran strategis koperasi di tengah pasar halal dunia yang kian kompetitif.

“Indonesia memiliki peluang strategis yang tidak dimiliki negara lain. Dengan populasi Muslim terbesar di dunia dan pasar halal yang masif, kita bukan lagi sekadar target pasar, melainkan harus menjadi pemain utama. Di sinilah koperasi berperan sebagai jembatan yang menghubungkan kebijakan negara dengan geliat sektor riil,” tegas Ferry di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Koperasi Pesantren: Ujung Tombak Sektor Riil

Ferry menyoroti peran khusus Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai motor penggerak ekonomi rakyat yang paling organik. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, melainkan pusat aktivitas ekonomi yang mampu menghidupkan UMKM di sekitarnya secara berkelanjutan.

Dalam ekosistem ekonomi syariah, Kopontren diposisikan sebagai wadah produksi dan distribusi produk halal yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi santri sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem usaha yang berbasis nilai-nilai keadilan.

Kolaborasi Lintas Sektoral di NUSHAF 2026

Semangat sinergi dalam forum ini juga terlihat dari jajaran tokoh yang hadir. Diskusi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk menyatukan visi sertifikasi, gaya hidup, hingga hilirisasi produk halal.

Beberapa tokoh kunci yang hadir antara lain:

  • Haikal Hasan (Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal/BPJPH)
  • Sapta Nirwandar (Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center/IHLC)
  • Nurdin Tampubolon (Presiden Komisaris sekaligus Founder Nusantara TV)
  • Randy Tampubolon (Direktur Nusantara TV) beserta jajaran redaksi lainnya.

Kehadiran para tokoh ini mempertegas bahwa visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia hanya bisa dicapai melalui kerja sama yang erat antara regulator, pelaku usaha, dan media massa sebagai penyambung aspirasi.