Jakarta, Generasi.co — Momentum pascalebaran tidak hanya digunakan untuk bersilaturahmi, tetapi juga menjadi titik tolak percepatan program strategis pemerintah. Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menginstruksikan jajarannya untuk segera mengebut tahap operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Menkop dalam acara Halal Bihalal bertajuk “Mempererat Silaturahmi, Menguatkan Sinergi” di lingkungan Kementerian Koperasi pada Senin (30/3/2026).
Konsolidasi Internal dan Peran Strategis LPDB
Acara yang dihadiri oleh seluruh jajaran kementerian ini turut melibatkan elemen penting pembiayaan, yakni Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Kehadiran LPDB menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah menyolidkan kekuatan finansial dan kolaborasi lintas unit kerja untuk menyokong jalannya KDKMP.
“Momentum ini menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan seluruh jajaran, termasuk rekan-rekan dari LPDB Koperasi, sekaligus memperkuat semangat kolaborasi dalam menjalankan tugas ke depan,” jelas Ferry.
Fase Krusial: Dari Infrastruktur Fisik ke Pelayanan Nyata
Setelah fokus pada tahap awal pembangunan, Menkop menegaskan bahwa arah kebijakan kini bergeser penuh pada aktivasi unit-unit koperasi di tingkat akar rumput. Fokus utama diberikan kepada unit KDKMP yang telah merampungkan pembangunan fisik dan kelengkapan gerainya.
Langkah ini dinilai krusial agar keberadaan koperasi tidak sekadar menjadi monumen program, melainkan institusi ekonomi yang aktif beroperasi.
Dalam operasionalisasinya, KDKMP dirancang untuk menjalankan dua fungsi utama (dual-function) bagi masyarakat desa:
- Stabilisator Harga: Menyediakan barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang terjangkau bagi warga sekitar.
- Penyerap Produk (Offtaker): Membeli dan menyerap langsung produk-hasil karya maupun komoditas masyarakat desa untuk dipasarkan lebih luas.
“Ini menjadi langkah penting agar koperasi benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Harapan saya, KDKMP terus mendapat dukungan masyarakat,” pungkas Ferry.
Kehadiran KDKMP diharapkan mampu memotong rantai pasok yang panjang, sehingga masyarakat desa tidak hanya diuntungkan sebagai konsumen, tetapi juga diberdayakan sebagai produsen.










