Tolak ‘Cuan’ Ekspor, Wamentan Sudaryono Tegaskan Prioritas Amankan Pupuk Subsidi Domestik

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/IG

Jakarta, Generasi.co — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan sikap keras pemerintah di tengah godaan tingginya permintaan ekspor komoditas pertanian dan pupuk. Ia secara tegas menginstruksikan jajarannya untuk mengesampingkan pesanan luar negeri demi mengamankan pasokan pupuk bersubsidi bagi jutaan petani di Tanah Air.

Sikap patriotik tersebut disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia tidak menampik bahwa dinamika global saat ini mendatangkan tawaran ekspor yang bertubi-tubi dengan potensi margin keuntungan yang sangat menggiurkan. Namun, ia mengingatkan jajarannya tentang prioritas utama negara.

“Saya di sini membawa amanah. Petani kita di desa sedang menanti suplai subsidi tiba. Saya tegaskan ke jajaran. Lupakan sejenak pesanan luar negeri. Penuhi dulu kebutuhan dalam negeri,” tegas Sudaryono.

Tepis Isu Kecurangan: Stok Kosong karena Serapan Sangat Tinggi

Dalam pernyataannya, Wamentan juga merespons isu miring terkait kekosongan stok pupuk subsidi di sejumlah wilayah. Ia meluruskan bahwa habisnya pasokan di lapangan bukan disebabkan oleh praktik penyelewengan atau kecurangan distributor, melainkan karena kecepatan serapan dari petani itu sendiri.

Begitu pasokan tiba, nutrisi tanaman tersebut langsung diserbu dan diserap habis oleh kelompok tani. Dinamika inilah yang menurut Sudaryono kerap memunculkan prasangka.

“Barang sampai, langsung diserap. Begitu cepat. Terkadang memunculkan prasangka. Kosongnya stok bukan karena kecurangan, melainkan antusiasme penyerapan begitu tinggi,” urainya memberikan klarifikasi.

Perbaiki Distribusi, Tutup Celah Misinformasi

Menyadari krusialnya jaminan panen bagi jutaan keluarga agraris, Wamentan memerintahkan perombakan dan perbaikan sistem distribusi agar lebih presisi. Ia juga mendesak jajarannya untuk memberikan informasi yang terang benderang kepada kelompok tani guna menutup ruang misinformasi di tingkat akar rumput.

Menurut Sudaryono, menambah kas negara melalui ekspor memang penting, tetapi memastikan para ‘sedulur tani’ bisa menanam esok pagi adalah sebuah kewajiban mutlak yang tidak bisa ditawar.

“Kita bisa punya ekspor, kebutuhan ini dan itu, untung sekian, ini semua penting. Tapi melayani pupuk subsidi ke jutaan orang di republik ini, urusan jauh lebih penting,” pungkas Wamentan menegaskan komitmennya.