Sentil Dirut Garuda, Prabowo Ultimatum Segera Bentuk ‘Joint Venture’ dengan Saudi Airlines Atasi Pesawat Kosong

Pesawat Garuda/Garuda Indonesia

Jakarta, Generasi.co — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengeluarkan instruksi tegas kepada maskapai penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Kepala Negara memerintahkan manajemen Garuda untuk segera mendekati Saudi Airlines guna membentuk anak usaha patungan atau joint venture (JV).

Langkah taktis ini dirancang khusus sebagai solusi mutlak untuk menghentikan pemborosan operasional pesawat yang kerap terbang kosong usai mengantar maupun menjemput jemaah haji, sekaligus untuk menekan biaya perjalanan ke Tanah Suci.

Instruksi tersebut disampaikan secara terbuka oleh Presiden Prabowo saat memberikan pengarahan dalam rapat kerja pemerintahan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

“Di sini ada Dirut Garuda? Danantara. Saya telah instruksikan untuk mendekati Saudi Air supaya Garuda dan Saudi Air bikin joint venture,” tegas Prabowo di hadapan para pejabat negara.

Solusi Cerdas Hentikan Pemborosan, Harga Tiket Bisa Ditekan

Prabowo menyoroti inefisiensi fatal yang selama ini terjadi dalam siklus penerbangan haji. Setiap kali musim haji, armada Garuda terbang penuh ke Tanah Suci, namun kembali ke Tanah Air dalam kondisi kosong penumpang. Ironi serupa juga dialami oleh armada Saudi Airlines yang mengembalikan jemaah ke Indonesia dan terbang pulang ke Riyadh tanpa muatan.

Untuk memutus rantai pemborosan yang tidak masuk akal tersebut, Presiden mengusulkan skema bagi hasil yang adil melalui pembentukan entitas bisnis baru.

“Saya mengatakan kenapa enggak kerja sama, bikin 1 anak perusahaan, 50 persen Arab Saudi, 50 persen Indonesia. Pesawat terbang ini ke Arab Saudi penuh, ke Indonesia penuh. Harga bisa turun lagi, waktu bisa lebih singkat lagi. Ini supaya dikerjakan,” urainya membeberkan cetak biru efisiensi tersebut.

Tuntut Kerja Cepat, Panggil Khusus Dirut Garuda ke Istana

Dalam forum tersebut, Prabowo juga menagih progres dari instruksi yang diakuinya sudah diturunkan sejak dua bulan lalu. Kepala Negara menuntut birokrasinya, termasuk BUMN, untuk beradaptasi dengan ritme kerja pemerintah yang serba cepat.

Secara khusus, Prabowo langsung memerintahkan Direktur Utama Garuda Indonesia untuk menghadapnya secara empat mata seusai rapat kerja kabinet selesai.

“Sudah dikerjakan belum? Saya sudah perintahkan kurang lebih 2 bulan yang lalu. Ini harus kerja cepat, pemerintah ini kerja cepat. Nanti Dirut Garuda menghadap saya, tambah botak dia kepalanya,” ucap Prabowo menegaskan perintahnya.