Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan tanpa gangguan meski Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Jaminan itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Ruang Sidang Kabinet, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6). Prasetyo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari.
Prasetyo mengatakan pergantian kepemimpinan di BGN merupakan bagian dari upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas pelaksanaan program prioritas nasional.
“Pemerintah akan terus memastikan bahwa selama proses evaluasi yang terus kita laksanakan, seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali, dan setiap unit kerja di lingkungan Badan Gizi Nasional diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” ujar Prasetyo.
Menurut dia, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai program strategis nasional, termasuk yang berada di bawah koordinasi BGN. Namun, proses evaluasi tersebut tidak boleh menghambat pelayanan kepada masyarakat.
Prasetyo menegaskan pergantian pimpinan merupakan bagian dari langkah perbaikan dan penguatan organisasi agar pelaksanaan program BGN berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program makan bergizi gratis yang dilaksanakan oleh Badan Gizi Nasional,” katanya.
Ia berharap penguatan kelembagaan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan program MBG yang dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program makan bergizi gratis agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita,” ujarnya.
Pemerintah optimistis penguatan organisasi yang dilakukan akan mendukung keberlanjutan Program MBG sehingga semakin efektif dalam menunjang pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.










