Jakarta — Generasi.co — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tengah menjalankan strategi transformasi bangsa yang berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila. Langkah besar ini diambil karena pembangunan nasional saat ini tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik semata, melainkan diarahkan untuk mewujudkan cita-cita besar dan haluan asli bangsa.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 yang digelar khidmat di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026).
“Kita tidak hanya mau bicara pembangunan, kita sekarang punya cita-cita yang lebih berani. Kita sedang dan akan menjalankan terus strategi transformasi bangsa. Strategi kita sejatinya adalah transformasi menjadi haluan yang sejalan dengan Pancasila,” ucap Presiden Prabowo di hadapan peserta upacara.
Empat Pilar Program Strategis Nasional
Dalam amanatnya, Kepala Negara menguraikan bahwa cetak biru (blueprint) transformasi bangsa tersebut diwujudkan secara nyata melalui beberapa kluster program strategis pemerintah, di antaranya:
- Hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA): Mengoptimalkan pengelolaan kekayaan alam di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang maksimal bagi negara.
- Ketahanan Pangan & Koperasi: Memperkuat sektor pangan nasional sekaligus menghidupkan kembali koperasi dan roda ekonomi desa sebagai urat nadi ekonomi kerakyatan.
- Pembangunan Kualitas SDM: Memperkuat sektor pendidikan dan kesehatan, salah satunya lewat implementasi program makan bergizi gratis demi mencetak generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.
- Perbaikan Tata Kelola: Memperketat manajemen pengawasan keuangan dan aset negara agar kekayaan nasional tidak terus mengalami kebocoran ke luar negeri.
Siap Hadapi Perlawanan Pihak yang “Tidak Cinta Tanah Air”
Presiden Prabowo tidak menampik bahwa agenda perubahan struktural berskala besar ini akan menghadapi jalan terjal dan penuh tantangan. Kendati demikian, ia menekankan bahwa seorang pemimpin dan bangsa yang besar tidak boleh gentar dalam mengambil keputusan sulit demi membela hak-hak rakyat.
“Kita akan mungkin menghadapi perlawanan dari mereka-mereka yang tidak cinta Tanah Air, bahkan berusaha terus untuk memperlemah NKRI. Tapi bangsa yang besar harus berani, kita harus berani ambil keputusan yang benar. Walaupun sulit, kita harus berani membela rakyat kita,” tegasnya.
Kobarkan Prinsip “Berdikari” Bung Karno
Lebih lanjut, Presiden mengingatkan bahwa esensi dari kemerdekaan dan kedaulatan yang seutuhnya mustahil dicapai tanpa adanya kemandirian ekonomi. Indonesia harus mampu berdiri kokoh di atas kekuatan sendiri tanpa terus-menerus bergantung pada belas kasihan bangsa lain.
Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat mengobarkan kembali semangat patriotisme yang pernah digaungkan oleh sang proklamator kemerdekaan.
“Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani. Berdiri di atas kaki kita sendiri, itu adalah inti sari daripada negara yang berdaulat,” ujar Presiden.
Sebagai penutup, Presiden Prabowo menegaskan kembali peran vital Pancasila sebagai perekat abadi yang mempersatukan keberagaman suku, bahasa, dan budaya di Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengamalkan Pancasila secara nyata demi mewujudkan visi Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, bermartabat, serta mampu menjadi kekuatan perdamaian di panggung dunia.










