Nanik Sudaryati Deyang resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.
Penunjukan itu diumumkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana Negara, Selasa (2/6).
“Bapak Presiden memutuskan mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” ujar Prasetyo.
Penunjukan tersebut menempatkan mantan jurnalis senior itu sebagai pimpinan lembaga yang bertanggung jawab mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelum dipercaya memimpin BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi. Ia juga pernah menduduki sejumlah posisi strategis di pemerintahan dan badan negara sejak Presiden Prabowo Subianto membentuk Kabinet Merah Putih pada 2024.
Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia memulai karier profesional sebagai wartawan Tabloid Bangkit sebelum berkarier di berbagai perusahaan media nasional.
Kariernya berkembang tidak hanya di bidang jurnalistik, tetapi juga di level manajemen media. Berdasarkan Data Pers 2014, Nanik pernah menjabat sebagai pemimpin umum Majalah Femme, direktur utama Tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media, antara lain Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.
Nama Nanik mulai dikenal luas di ranah politik saat bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Ketika itu, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik dipercaya masuk ke pemerintahan. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) periode 2024-2029.
Pada Juni 2025, Nanik juga ditunjuk sebagai komisaris independen PT Pertamina (Persero). Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 17 September 2025, ia diangkat menjadi Wakil Kepala BGN sekaligus diberhentikan dari jabatannya di Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan.
Pengalaman panjang di dunia media membuat Nanik dikenal aktif mengikuti berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik. Ia juga terlibat dalam sejumlah kegiatan sosial yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.
Di luar kiprahnya sebagai jurnalis dan pejabat publik, Nanik pernah dimintai keterangan sebagai saksi oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam penyelidikan kasus hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet pada 2018.










