Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Regenerasi, PBSI dan BNI Siapkan Calon Bintang Baru Bulu Tangkis Indonesia

Ganda putra Indonesia Ali Faathir Rayhan dan Devin Artha Wahyudi saat melawan Taiwan Zhi Wei He dan Huang Jui Hsuan pada pertandingan Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026)/BNI

Indonesia Open 2026 tak hanya menjadi ajang persaingan para pebulu tangkis terbaik dunia, tetapi juga dimanfaatkan sebagai panggung regenerasi atlet nasional. Melalui turnamen level BWF Super 1.000 tersebut, atlet-atlet muda Indonesia mendapat kesempatan mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman menghadapi pemain elite dunia.

Komitmen pembinaan itu diwujudkan melalui kolaborasi berkelanjutan antara PBSI dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI dalam mendukung pengembangan talenta muda bulu tangkis Indonesia.

Salah satu pasangan muda yang mendapat kesempatan tampil di Indonesia Open 2026 adalah ganda putra Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang untuk memperkuat daya saing atlet muda Indonesia di level internasional.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, mengatakan kesempatan tampil di turnamen sekelas Indonesia Open merupakan tahapan penting dalam proses pembentukan atlet menuju level tertinggi.

Menurut dia, pengalaman menghadapi pemain-pemain terbaik dunia akan menjadi modal berharga untuk meningkatkan kualitas permainan, memperkuat mental bertanding, serta membangun kepercayaan diri atlet muda.

“Sebagai bank nasional yang konsisten mendukung kemajuan olahraga Indonesia, BNI meyakini bahwa pengalaman bertanding di level tertinggi merupakan investasi penting dalam proses pembentukan atlet berkelas dunia. Kesempatan tersebut akan membantu atlet muda meningkatkan kepercayaan diri, memperkaya jam terbang internasional, serta memperkuat daya saing mereka di kancah global,” kata Okki.

Devin dan Faathir menunjukkan perkembangan positif sejak dipasangkan di Pelatnas. Keduanya berhasil meraih gelar juara Toyota Thailand International Challenge 2025 dan Odisha Masters 2025 di India.

Tak hanya itu, pasangan muda tersebut juga menembus babak semifinal pada wondr by BNI Indonesia International Challenge I 2025, wondr by BNI Indonesia Masters II 2025, serta Astana International Challenge 2025 di Kazakhstan.

Rangkaian hasil tersebut dinilai menjadi indikator bahwa proses regenerasi dan pembinaan atlet muda Indonesia berjalan sesuai jalur yang diharapkan.

“Prestasi yang diraih Devin dan Faathir menunjukkan bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan talenta. Yang dibutuhkan adalah kesempatan untuk berkembang, pengalaman bertanding yang memadai, serta dukungan yang konsisten dari seluruh ekosistem olahraga. Kami optimistis semakin banyak atlet muda Indonesia yang mampu mengikuti jejak para pendahulunya dan mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Okki.

Sebagai mitra strategis PBSI, BNI menyatakan terus mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan, mulai dari pengembangan talenta usia muda hingga penguatan ekosistem kompetisi nasional dan internasional.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi BNI dalam membangun sumber daya manusia unggul sekaligus menjaga tradisi prestasi bulu tangkis Indonesia di tingkat dunia.

BNI meyakini investasi pada pembinaan atlet muda merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dengan PBSI, perusahaan berharap semakin banyak atlet Indonesia yang mampu mengikuti jejak para juara dunia dan membawa Merah Putih berjaya di panggung bulu tangkis internasional.