Ahmad Muzani Ajak Mahasiswa Hidupkan Kembali Semangat Industri Tegal, Singgung Julukan Jepangnya Indonesia

Ketua MPR RI Ahmad Muzani/IG

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendorong generasi muda untuk mengambil peran dalam membangkitkan kembali sektor industri Tegal yang pernah menjadi kebanggaan daerah dan dijuluki sebagai “Jepangnya Indonesia”.

Pesan itu disampaikan Muzani saat menghadiri kegiatan Serap Aspirasi Masyarakat dan Temu Tokoh yang dikemas dalam program Sekolah Legislatif Sehari di Gedung Rakyat Slawi, Kabupaten Tegal, Minggu (7/6/2026).

“Dulu Tegal dikenal sebagai Jepangnya Indonesia karena kekuatan industrinya. Semangat industri ini yang harus kita hidupkan kembali,” kata Muzani.

Menurutnya, mahasiswa perlu berani berinovasi dan terlibat dalam pengembangan sektor industri lokal agar mampu bersaing di tengah perubahan zaman.

Muzani menilai masyarakat Tegal memiliki modal kuat untuk mewujudkan hal tersebut. Ia menyebut karakter masyarakat yang kreatif, mandiri, dan pekerja keras harus terus dipelihara dan dikembangkan.

“Masyarakat Tegal dikenal memiliki kreativitas dan jiwa kemandirian yang kuat. Karakter ini harus terus dipelihara karena menjadi modal penting untuk membangun kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Selain membahas penguatan ekonomi daerah, Muzani juga mengajak mahasiswa memahami sejarah perjuangan bangsa yang melahirkan persatuan Indonesia. Ia menilai semangat persatuan yang dirintis para pemuda sejak Kongres Pemuda hingga lahirnya Sumpah Pemuda menjadi fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Ketika para pemuda sepakat menggunakan identitas Indonesia, mereka rela mengesampingkan berbagai perbedaan demi cita-cita bersama. Semangat itulah yang harus terus dijaga oleh generasi muda hari ini,” katanya.

Ia menegaskan kehidupan berbangsa dan bernegara harus tetap berpedoman pada Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Muzani, keempat pilar tersebut menjadi landasan utama dalam mengelola keberagaman sekaligus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid, Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal Amir Makhmud, serta ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kabupaten Tegal.

Peserta berasal dari sejumlah kampus, antara lain Politeknik Purbaya, Universitas Harkat Negeri, Universitas Pancasakti (UPS) Tegal, dan Universitas Islam Bakti Negara.

Ketua Panitia Pelaksana Fajri Hidayat mengatakan kegiatan itu bertujuan membangun kesadaran mahasiswa agar tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga mampu berperan aktif mengawal berbagai persoalan masyarakat.

“Kami ingin mahasiswa mampu menjadi individu yang mapan secara intelektual, kuat secara spiritual, serta memiliki kepedulian sosial untuk mengawal kepentingan rakyat dan masyarakat,” ujar Fajri.