Dugaan Pelanggaran Integritas, PBSI Hormati Proses Hukum Independen BWF

Bulutangkis/Pexels

Generasi.co, Jakarta – PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan mendukung penuh proses pengadilan independen yang dijalankan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Senin (3/8) malam WIB, PBSI menegaskan akan menghormati mekanisme yang ditempuh BWF dan tidak akan memberikan komentar mengenai substansi perkara selama proses masih berlangsung.

“PP PBSI mengetahui bahwa BWF saat ini sedang menjalankan proses pengadilan independen (judicial proceedings) terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain Indonesia. PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulutangkis serta menghormati independesi proses yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan resmi PBSI.

PBSI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga Independent Hearing Panel BWF mengeluarkan keputusan resmi.

“Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam proses tersebut, PP PBSI tidak akan memberikan komentar lebih lanjut mengenai substansi perkara maupun mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan atlet tertentu. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat untuk menghormati proses yang sedang berjalan serta menghindari spekulasi hingga terdapat keputusan resmi dari Independent Hearing Panel BWF,” tulis PBSI.

Organisasi tersebut memastikan akan terus berkoordinasi dengan BWF dan menjalankan setiap langkah sesuai prinsip tata kelola organisasi, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak atlet, serta komitmen menjaga integritas olahraga bulu tangkis.

“PP PBSI akan terus berkoordinasi dengan BWF dan memastikan setiap langkah organisasi dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik, kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan hak-hak atlet, serta komitmen terhadap integritas olahraga bulutangkis,” lanjut pernyataan tersebut.

Terpisah dari proses dugaan pelanggaran integritas itu, PBSI juga mengumumkan penyesuaian komposisi wakil Indonesia pada sektor ganda campuran untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil dipastikan tidak mengikuti Kejuaraan Dunia BWF 2026.

Menurut PBSI, keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh proses administrasi dan keikutsertaan atlet pada kejuaraan internasional berjalan sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.