Generasi.co, Jakarta – Tim kuasa hukum sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mengungkap kronologi penemuan 995 pucuk senjata, amunisi, alat pembuat peluru, narkoba, hingga VCD porno di salah satu ruangan yayasan sekolah tersebut.
Staf Ahli Ketua Pembina Yayasan, Untung Sangaji, mengatakan penemuan itu bermula saat pihak sekolah hendak membuka sebuah ruangan yang akan digunakan untuk kebutuhan operasional guru dan kepentingan aktivitas sekolah.
Saat pintu ruangan dibuka bersama polisi, mereka menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan senjata api.
“Kami awalnya ingin membuka sebuah ruangan untuk kebutuhan anak sekolah. Namun, tiba-tiba ketika kami membuka ruangan untuk kepentingan sekolah ini, kami temukan peralatan yang disebut senjata. Airsoft gun yang bisa membunuh karena larasnya itu polos tidak ada alur,” kata Untung di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis.
Pemeriksaan lebih lanjut di ruangan yang sebelumnya digunakan mantan Kepala Yayasan berinisial IWD mengungkap keberadaan 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, alat pembuat peluru, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja. Di lokasi yang sama juga ditemukan VCD porno.
Untung mengaku heran berbagai barang tersebut dapat disimpan di lingkungan sekolah yang menaungi jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
“Alat pembuat peluru, kok bisa ada di lingkungan sekolah ini? Kenapa di sekolah yang sangat kita hormati, TK, SD, SMP, SMA ini ada orang yang diam-diam melakukan kegiatannya di situ?” ujarnya.
Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta tersebut. Polisi menerima laporan masyarakat mengenai temuan itu pada 15 Juli 2026.
Sebagai dasar penanganan awal, penyidik membuat Laporan Polisi Model A sebelum melanjutkan proses penyelidikan terhadap temuan tersebut.










