Kenali Cara Baru Pemerintah Pakai AI Buat Salurkan Bansos kepada 50 Juta Warga

Kementerian Komdigi, Meutya Hafid dan Angga Raka Prabowo (Sumber: Instagram @duniameutya)
Kementerian Komdigi, Meutya Hafid dan Angga Raka Prabowo (Sumber: Instagram @duniameutya)

Generasi.co, Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) tengah menguji pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) untuk mendukung digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Program percontohan tersebut saat ini dijalankan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan penggunaan AI diharapkan dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sekaligus mempercepat proses verifikasi dan pemutakhiran data penerima.

“Kita sedang lakukan test case di Banyuwangi untuk melakukan intervensi digital, termasuk AI dalam bansos kita,” ujar Meutya dalam peresmian Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Jakarta Selatan, Selasa.

Menurut Meutya, apabila implementasi program tersebut berjalan sesuai rencana, digitalisasi bansos berbasis AI berpotensi menjadi salah satu inisiatif inklusi keuangan digital terbesar di dunia.

Program tersebut diproyeksikan menyasar sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat atau setara dengan 50 juta penduduk Indonesia.

“Kalau nanti berhasil diadopsi ini menjadi salah satu yang pertama di dunia,” katanya.

Sebelumnya, dalam agenda terpisah di Jakarta pada 17 Juni 2026, Meutya menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dapat membantu pemerintah mengelola dan menganalisis data penerima bantuan secara lebih akurat. Teknologi tersebut juga dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan serta memastikan penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan efisien.

Selain untuk program bantuan sosial, pemerintah juga tengah mempercepat adopsi berbagai teknologi baru, seperti AI, Internet of Things (IoT), dan platform digital pada sejumlah sektor produktif, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, hingga budidaya perikanan.

Inisiatif tersebut menjadi bagian dari program Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 yang diinisiasi Kemkomdigi untuk memperkuat dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

DEAL 2026 dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, startup, pelaku UMKM, komunitas, dan pemerintah daerah guna mendorong implementasi program digital yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam peluncuran DEAL 2026, Kemkomdigi bersama para pemangku kepentingan juga mendeklarasikan delapan paket kolaborasi strategis, meliputi penguatan industri telekomunikasi, perlindungan konsumen digital, inovasi digital dan technopreneur, pengembangan ekosistem digital yang sehat dan aman, penguatan startup nasional, kolaborasi ekosistem AI nasional, peningkatan inklusivitas digital dan adopsi teknologi baru, serta efisiensi biaya logistik.