Generasi.co, JAKARTA – Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengusulkan penerapan tiket berlangganan Transjakarta dengan tiga pilihan masa berlaku, yakni tujuh hari, 14 hari, dan satu bulan. Skema tersebut diharapkan dapat meringankan biaya transportasi bagi pengguna rutin, terutama di tengah rencana penyesuaian tarif Transjakarta.
Ketua DTKJ DKI Jakarta Sugihardjo mengatakan tarif langganan yang diusulkan masing-masing sebesar Rp45.000 untuk tujuh hari, Rp90.000 untuk 14 hari, dan Rp200.000 untuk satu bulan.
“DTKJ juga mengusulkan diberlakukannya tarif berlangganan Transjakarta, yakni Rp200.000 untuk satu bulan, Rp90.000 untuk 14 hari, dan Rp45.000 untuk tujuh hari,” kata Sugihardjo di Jakarta, Kamis.
Selain tiket berlangganan, DTKJ juga mengusulkan penerapan tarif berbasis waktu untuk seluruh layanan Transjakarta di dalam wilayah DKI Jakarta. Melalui skema ini, penumpang cukup membayar Rp5.000 untuk menggunakan layanan BRT, non-BRT, maupun Mikrotrans selama tiga jam tanpa dikenakan tarif tambahan saat berpindah layanan.
DTKJ juga mengusulkan tarif Rp10.000 untuk layanan Transjabodetabek dengan masa berlaku tiga jam. Tiket tersebut dapat digunakan secara terintegrasi pada layanan Transjabodetabek, Transjakarta, Mikrotrans, hingga Trans Bandara.
Menurut Sugihardjo, usulan tersebut bertujuan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat apabila Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan menaikkan tarif Transjakarta.
Ia menilai penyesuaian tarif layak dipertimbangkan mengingat tarif Transjakarta masih bertahan di angka Rp3.500 sejak 2005. Dalam kurun 21 tahun terakhir, biaya hidup terus meningkat, sementara jaringan layanan Transjakarta kini telah menjangkau sekitar 93 persen wilayah Jakarta.
Meski demikian, DTKJ menegaskan kenaikan tarif harus diikuti peningkatan kualitas layanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Berapapun kenaikan tarif yang nantinya akan ditetapkan, DTKJ mengusulkan adanya nilai tambah peningkatan layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat, baik berupa penambahan waktu pemanfaatan tiket maupun perluasan layanan yang lebih terintegrasi,” ujar Sugihardjo.










