Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan pemerintah akan menerapkan kebijakan yang semakin selektif dalam pemberian izin pengelolaan sumber daya alam, termasuk sektor pertambangan dan perkebunan. Langkah tersebut dilakukan agar kekayaan alam Indonesia memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta mencegah kebocoran penerimaan negara.
Pernyataan itu disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengatakan sumber daya alam seperti tambang, perkebunan, dan kekayaan laut merupakan anugerah yang memiliki keterbatasan sehingga harus dikelola secara bertanggung jawab.
“Tambang, kebun, laut luas, semua anugerah ini punya batas. Kelak akan habis termakan waktu,” ujar Sudaryono.
Ia menyampaikan Presiden Prabowo Subianto telah mengingatkan pentingnya mengamankan potensi kekayaan bangsa. Menurutnya, selama bertahun-tahun negara kehilangan potensi penerimaan dalam jumlah besar sehingga kini diperlukan langkah untuk menutup berbagai kebocoran tersebut.
Sudaryono menekankan pemanfaatan sumber daya alam harus memberi manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, bukan hanya dinikmati kelompok tertentu. Karena itu, pemerintah memperketat kebijakan pemberian izin baru di sektor pertambangan dan perkebunan sekaligus menghentikan praktik monopoli.
“Pemanfaatan sumber daya alam harus berdampak pada warga secara luas, bukan pada sekumpulan orang tertentu. Praktik monopoli harus berhenti. Kebijakan izin tambang dan kebun baru makin ketat, sangat selektif,” katanya.
Ia juga mengemukakan gagasan agar Indonesia mengurangi kuota ekspor batu bara. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar dunia sehingga penerimaan negara dari sektor perpajakan dapat meningkat.
“Kurangi kuota ekspor batu bara kita. Harga pasar dunia otomatis naik. Pemasukan negara lewat pajak bertambah besar,” ucapnya.
Sudaryono menambahkan, peningkatan penerimaan negara nantinya dapat dimanfaatkan untuk membiayai riset, membangun universitas, laboratorium, pabrik modern, hingga mendukung pendidikan generasi muda berprestasi di luar negeri.
Pernyataan tersebut disampaikan Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.










