8 Kontribusi BRI untuk Indonesia di HUT ke-81 RI

The Banker Rilis Daftar Top 1000 World Banks 2026, BRI Pertahankan Posisi sebagai Salah Satu Bank Terbesar Dunia/Ist.

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan perannya sebagai mitra strategis pembangunan nasional dengan menghadirkan sejumlah program yang menyasar penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan. Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, setidaknya ada delapan kontribusi BRI bagi masyarakat Indonesia.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan momentum kemerdekaan menjadi dorongan bagi perseroan untuk terus memperluas kontribusi bagi bangsa, terutama melalui penguatan ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan nasional.

“Dalam konteks ekonomi kerakyatan, BRI hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, juga mitra yang proaktif mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat, utamanya melalui pemberdayaan UMKM,” ujar Hery dalam keterangan, Senin (17/8/2026).

Berikut delapan kontribusi BRI untuk Indonesia:

1. Menjadi penyalur kredit UMKM terbesar

Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun atau 75,2 persen dari total portofolio kredit perseroan.

Hingga akhir Juni 2026, BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur. Penyaluran didominasi sektor produktif, dengan sektor pertanian mencapai 42,68 persen dan perdagangan 32,34 persen.

2. Membuka akses layanan keuangan hingga perbatasan

Hingga Juni 2026, BRI memiliki lebih dari 7.000 jaringan kantor dan 1,13 juta BRILink Agen yang melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa.

Sepanjang semester I 2026, jaringan BRILink Agen mencatat lebih dari 501 juta transaksi dengan volume mencapai Rp841 triliun.

BRI juga memiliki sekitar 19 ribu ATM dan CRM. Untuk wilayah dengan tantangan geografis yang lebih kompleks, perseroan menghadirkan Teras Kapal BRI melalui Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo.

3. Memperluas akses digital lewat BRImo

Hingga Juni 2026, Super App BRImo telah digunakan 49,7 juta pengguna. Jumlah transaksi finansial mencapai 3,32 miliar dengan volume transaksi Rp4.166 triliun.

Layanan BRImo mencakup kebutuhan transaksi dasar seperti transfer dan pembayaran hingga investasi serta berbagai kebutuhan gaya hidup.

4. Membangun kekuatan ekonomi dari desa

Melalui program Desa BRILiaN, BRI hingga Juni 2026 telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia.

Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster usaha. Ekosistem tersebut diperkuat LinkUMKM yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM.

BRI juga memiliki 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu pelatihan dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

5. Mendorong masyarakat membangun aset

Melalui Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, BRI Group memperkuat ekosistem layanan keuangan masyarakat hingga segmen akar rumput.

Salah satu pengembangannya adalah ekosistem emas nasional yang dikelola melalui Pegadaian. Hingga saat ini, kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro mencapai 153 ton, mencakup deposito emas, gadai emas, tabungan emas, cicilan emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, hingga jasa titipan emas korporasi.

“Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun asset,” ujar Hery.

Menurut dia, proses tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat, mulai dari memperoleh akses layanan keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga mengakumulasi aset dan meningkatkan kesejahteraan.

6. Memperluas akses hunian

Dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah diwujudkan BRI melalui penyaluran KPR Subsidi. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan porsi 97 persen. BRI telah menjangkau sekitar 131 ribu penerima manfaat FLPP di seluruh Indonesia, meningkat 33,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP mencapai 19.075 unit atau 32,8 persen dari target 60 ribu unit.

7. Memberikan kontribusi melalui pajak dan dividen

Kontribusi BRI kepada negara juga tercermin dari pembayaran pajak dan dividen. Pada tiga bulan pertama 2026, total setoran BRI secara konsolidasian mencapai Rp19,1 triliun, terdiri atas Rp8,1 triliun pajak dan Rp11 triliun dividen tahun berjalan.

Pada 2023, total setoran BRI mencapai Rp50,5 triliun, terdiri atas Rp27,3 triliun pajak dan Rp23,2 triliun dividen tahun berjalan.

Setoran pada 2024 mencapai Rp57,6 triliun, terdiri atas Rp31,9 triliun pajak dan Rp25,7 triliun dividen tahun berjalan. Sementara pada 2025, BRI menyetor Rp55,8 triliun yang terdiri atas Rp28,1 triliun pajak dan Rp27,7 triliun dividen tahun berjalan.

8. Mendampingi Pekerja Migran Indonesia

Kontribusi BRI juga menjangkau masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri. Hingga Juni 2026, sekitar 1,4 juta Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah menggunakan layanan remitansi BRI untuk mengirimkan penghasilan kepada keluarga di Tanah Air.

Dukungan tersebut diperkuat jaringan internasional BRI, termasuk BRI Taipei Branch Office yang melayani kebutuhan finansial masyarakat Indonesia di Taiwan.

Pada pertengahan 2026, BRI meluncurkan BRImo Taiwan untuk memperluas akses layanan perbankan digital bagi WNI di Taiwan. Layanan tersebut melengkapi BRI Taipei Branch Office yang mencakup simpanan, pinjaman, remitansi, trade finance, treasury, serta berbagai layanan perbankan lainnya.

Delapan kontribusi tersebut menjadi bagian dari peran BRI sebagai bagian dari Danantara dalam mendukung pembangunan nasional. Komitmen tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.