Generasi.co, Kupang – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tahap awal tersebut disalurkan berdasarkan identifikasi kebutuhan bersama pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemangku kepentingan terkait.
Bantuan melalui program BNI Berbagi itu meliputi air mineral, beras, mi instan, telur, minyak goreng, susu, biskuit, popok bayi, dan peralatan dapur. Penyaluran dilakukan secara bertahap ke Ende, Borong, Labuan Bajo, Maumere, dan Ruteng, terutama untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat terdampak dan pengungsi.
Sekretaris Perusahaan BNI Okki Rushartomo mengatakan bantuan tersebut merupakan tahap awal dan akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
“Penyaluran ini merupakan bantuan tahap awal BNI. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk menentukan dukungan lanjutan yang paling dibutuhkan masyarakat,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Senin.
BNI juga memastikan layanan perbankan tetap berjalan di wilayah terdampak dengan mengutamakan keselamatan pegawai dan nasabah.
Dari 25 outlet BNI di area Ende dan Maumere, sebanyak 24 outlet masih beroperasi. Sementara itu, KCP Borong untuk sementara tidak beroperasi karena terdapat keretakan bangunan yang membutuhkan perbaikan.
Kondisi serupa terjadi pada jaringan ATM. Dari 67 mesin ATM di area tersebut, 65 mesin masih beroperasi. Dua ATM yang berada di KCP Borong untuk sementara tidak dioperasikan.
Untuk menjaga layanan bagi nasabah KCP Borong, BNI menyiapkan O-Branch atau layanan gerak selama proses perbaikan bangunan berlangsung. Nasabah juga dapat menggunakan jaringan kantor BNI lainnya serta kanal elektronik dan digital.
“Keselamatan pegawai dan nasabah menjadi prioritas. Dengan dukungan jaringan kantor, O-Branch, serta kanal elektronik dan digital, kami memastikan kebutuhan layanan perbankan masyarakat tetap dapat terlayani selama proses pemulihan,” ujar Okki.
BNI akan menormalisasi operasional KCP Borong setelah kondisi bangunan dinyatakan aman dan memenuhi persyaratan untuk kembali digunakan.
Okki mengatakan penyaluran bantuan akan dilanjutkan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan prioritas di setiap wilayah terdampak.
“Bantuan akan terus kami salurkan secara bertahap dengan menyesuaikan perkembangan kebutuhan di lapangan. BNI akan terus hadir dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta BPBD untuk mendukung masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan,” ujarnya.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi Keluarga Besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah koordinasi Danantara Indonesia dalam mendukung penanganan dampak bencana.
BNI juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam mendukung penanganan pascabencana.
“Kami berharap kondisi di wilayah terdampak segera pulih dan masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal,” ujar Okki.










