Polisi Pattaya Razia Prostitusi Jelang Kedatangan Kapal Induk AS

USS Abraham Lincoln/DVIDS

Generasi.co, Pattaya – Otoritas Thailand menangkap 40 hingga 50 orang dalam operasi pemberantasan prostitusi di Pattaya menjelang kedatangan sekitar 5.000 pelaut dan Marinir Amerika Serikat.

Penangkapan dilakukan dalam sejumlah penggerebekan oleh polisi sepanjang akhir pekan. Operasi tersebut menyasar kawasan wisata Pattaya yang dikenal memiliki banyak bar dan klub serta reputasi sebagai salah satu tujuan wisata seks.

Dilansir melalui Newsweek, langkah tersebut dilakukan menjelang kedatangan kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln (CVN-72) di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, pada Rabu (2/9/2026). Ribuan personel Angkatan Laut dan Marinir AS akan berada di Thailand selama empat hari sebelum melanjutkan perjalanan menuju pangkalan kapal di San Diego.

Kepala Kepolisian Pattaya Anek Srathongyoo mengatakan aparat berupaya menegakkan aturan di wilayah tersebut meski menghadapi sejumlah kendala.

“Kami melakukan yang terbaik, tetapi itu sulit,” kata Anek, Senin, seperti dikutip Reuters.

Polisi dan pejabat setempat sebelumnya melakukan pemeriksaan pada malam hari di kawasan pantai dan sejumlah lokasi populer Pattaya pada 29 Agustus. Pemeriksaan tersebut dilakukan beberapa hari sebelum kapal induk USS Abraham Lincoln tiba.

Pemerintah dan aparat Pattaya menyambut kedatangan personel militer AS dan berharap kunjungan tersebut dapat membantu menggerakkan kembali perekonomian lokal yang terdampak pandemi Covid-19.

Namun, otoritas Pattaya juga memberlakukan sejumlah pembatasan bagi personel militer AS selama berada di kota tersebut. Berdasarkan laporan media lokal, personel yang turun dari USS Abraham Lincoln akan dilarang mengunjungi toko ganja dan apotek serta mengikuti sejumlah aktivitas berbasis air.

Personel Angkatan Laut AS juga dilarang memasuki sejumlah ruas jalan tertentu, termasuk kawasan prostitusi. Walking Street yang dipenuhi bar dan klub tetap dapat dikunjungi, tetapi para pelaut diwajibkan meninggalkan kawasan tersebut sebelum pukul 02.00.

Prostitusi ilegal di Thailand. Namun, praktik tersebut tidak selalu diawasi secara penuh dan terkadang sulit dideteksi aparat.

Kunjungan USS Abraham Lincoln berlangsung setelah kapal tersebut menjalani lebih dari 200 hari tanpa singgah di pelabuhan. Kapal itu sebelumnya dialihkan dari Laut China Selatan ke Timur Tengah pada Januari untuk mendukung perang Amerika Serikat melawan Iran yang dimulai pada bulan berikutnya.

Pembatasan juga diberlakukan terkait penggunaan ganja. Thailand melegalkan ganja untuk keperluan medis, tetapi penggunaannya harus berdasarkan resep tenaga medis Thailand berlisensi. Penggunaan untuk rekreasi atau pembelian tanpa dokumen tersebut dilarang, begitu pula konsumsi di tempat umum.

Pelanggaran aturan kepemilikan dan penggunaan ganja di Thailand dapat dikenai hukuman penjara hingga satu tahun serta denda sekitar US$600.