Hadirkan BSSN Bahas Keamanan Siber, Swiss German University Gelar Orientasi Magister 2026

Foto: Swiss German University (SGU) gelar secara hibrida orientasi mahasiswa baru bertajuk Master Orientation Day 2026, Sabtu (12/11/2026). (Istimewa)
Foto: Swiss German University (SGU) gelar secara hibrida orientasi mahasiswa baru bertajuk Master Orientation Day 2026, Sabtu (12/11/2026). (Istimewa)

GENERASI.CO, TANGERANG – Swiss German University (SGU) menyelenggarakan orientasi mahasiswa baru bertajuk Master Orientation Day 2026 sebagai langkah penguatan relevansi kurikulum pascasarjana terhadap dinamika industri dan kebutuhan profesional.

Agenda yang digelar secara hibrida pada Sabtu (12/11/2026), tersebut menghadirkan seminar publik yang berfokus pada kesiapan sumber daya manusia di bidang transformasi digital dan ketahanan siber nasional.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Letjen TNI (Purn.) Drs. Nugroho S. Budi, M.M., M.Han., hadir sebagai narasumber utama untuk memaparkan tinjauan strategis negara.

Pembahasan mencakup isu keamanan siber, ancaman digital baru, perang asimetris, hingga kemajuan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), komputasi kuantum, dan kriptografi pascakuantum (post-quantum cryptography).

Paparan ini ditujukan untuk memberikan wawasan komprehensif bagi mahasiswa pascasarjana mengenai korelasi keahlian teknis dengan stabilitas keamanan nasional.

Rektor Swiss German University, Assoc. Prof. Dr. Dipl.-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, menyampaikan bahwa pendidikan pascasarjana harus adaptif terhadap pergeseran lanskap profesional yang cepat.

“Pendidikan magister merupakan bagian penting dari proses pengembangan kompetensi yang berkelanjutan. Di tengah perubahan teknologi dan dunia profesional yang semakin dinamis, mahasiswa perlu memiliki tidak hanya pengetahuan yang kuat, tetapi juga kemampuan untuk beradaptasi, berpikir strategis, dan terus belajar. Melalui berbagai pengalaman pembelajaran di SGU, kami ingin mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan tersebut,” ujar Samuel.

Saat ini SGU mengelola sembilan konsentrasi program magister yang bernaung di bawah Fakultas Teknik dan Teknologi Informasi serta Fakultas Bisnis dan Komunikasi.

Program-program tersebut mencakup konsentrasi teknik, teknologi informasi, bisnis, dan manajemen.

Institusi pendidikan tinggi ini juga mengoperasikan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang mengakomodasi praktisi berpengalaman untuk mengonversi rekam jejak profesional mereka ke dalam kredit akademik.

Diskusi publik yang dipandu oleh Ketua Program Studi Magister Teknologi Informasi SGU, Dr. Ir. Eka Budiarto, S.T., M.Sc., tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif bersama mahasiswa.

Penyelenggaraan kegiatan ini diarahkan untuk membentuk lulusan magister yang tidak hanya menguasai teori ilmiah, tetapi juga mampu mengantisipasi risiko strategis di lingkungan kerja modern. (BAS)