Gerindra Respons Sinyal AHY Maju Pilpres 2029: Masih Lama

Juru Bicara Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso/DPR RI

Generasi.co, Jakarta – Juru Bicara Gerindra Sugiat Santoso merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberi sinyal siap maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

Sugiat menilai pembahasan mengenai pemilu masih terlalu jauh. Menurutnya, seluruh elemen bangsa, termasuk partai politik yang berada di pemerintahan, perlu fokus menyelesaikan persoalan masyarakat.

“Yang dibutuhkan oleh bangsa saat ini adalah kesolidan seluruh elemen bangsa. Baik yang berada di pemerintahan maupun yang di luar pemerintahan untuk bersama-sama bekerja mencari solusi terhadap semua persoalan-persoalan rakyat,” kata Sugiat kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Sugiat juga mengingatkan bahwa Demokrat dan AHY saat ini merupakan bagian dari pemerintahan. Karena itu, ia berharap seluruh pihak fokus menuntaskan tugas yang telah diamanatkan rakyat, baik di legislatif maupun eksekutif.

“Kalau terkait dengan pemilu kan masih lama kan. Sementara banyak persoalan kerakyatan yang membutuhkan solusi dari kita bersama,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi XIII DPR itu mengatakan internal Gerindra belum membahas kontestasi pemilu mendatang. Gerindra, kata dia, masih fokus mengawal program strategis pemerintahan Prabowo agar dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kalau pemilu kan masih lama, Pak Prabowo sendiri kan di internal Gerindra tidak pernah membahas apa pun terkait dengan pemilu. Kami masih fokus mengawal program-program strategis Pak Prabowo supaya bisa tereksekusi dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat,” tambahnya.

Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia menilai gestur AHY dalam pidato politiknya saat acara HUT Demokrat seperti memberikan sinyal kuat untuk menjadi salah satu kontestan Pilpres 2029.

Doli menyebut secara substansi dirinya setuju dengan pernyataan AHY mengenai pentingnya menjaga pertumbuhan demokrasi, tanggung jawab institusi negara, tugas pemerintah, serta hak dan kewajiban warga negara.

Namun, ia menilai cara penyampaian, gestur, dan posisi AHY dalam pidato tersebut menunjukkan sinyal politik berbeda.

“Namun, dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” ujar Doli.

Doli juga menyoroti posisi AHY yang saat ini menjadi bagian dari pemerintahan. Menurutnya, pemerintah, DPR, dan partai politik memiliki tanggung jawab bersama terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ia menilai fenomena tersebut menunjukkan magnet Pilpres 2029 mulai terbuka, termasuk dengan munculnya sejumlah kekuatan politik yang disebut mulai menyiapkan langkah menuju kontestasi.

Doli menyinggung sejumlah poros politik, termasuk yang dikaitkan dengan Budi Arie dan AHY. Ia menyebut poros yang dikaitkan dengan Cikeas mulai memberikan sinyal politik, meski masih berada dalam pemerintahan yang sama.

“Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu ‘poros politik’ (Solo), sudah terang benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi ‘poros politik’ (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat. Padahal kedua poros ini sedang bersama-sama berada ‘satu kapal’ di dalam pemerintahan,” kata Doli.

Meski demikian, Doli mengatakan Golkar menghormati setiap agenda, sikap, keputusan, dan langkah politik yang diambil partai lain. Ia menegaskan Golkar masih fokus membantu menyukseskan program pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029.