Studi: Ngubek-ngubek Medsos Lebih dari 2 Jam Sehari Dikaitkan dengan Depresi

Medsos/Pexels

Generasi.co, – Orang dewasa yang menghabiskan lebih dari 150 menit sehari di media sosial lebih mungkin melaporkan gejala depresi. Temuan itu berasal dari penelitian yang menganalisis hubungan penggunaan media sosial dan depresi yang dilaporkan sendiri pada hampir 183.000 orang dewasa di Amerika Serikat selama 11 tahun.

Dilansir melalui Inc., penelitian yang diterbitkan dalam npj Mental Health Research tersebut menganalisis 11 survei terpisah yang dilakukan pada 2014 hingga 2024. Responden berusia 18 hingga 70 tahun.

Peneliti menemukan hubungan antara penggunaan media sosial dan depresi yang dilaporkan sendiri mulai lebih terlihat ketika penggunaan mencapai sekitar 150 menit per hari. Setiap tambahan satu jam penggunaan media sosial setiap hari diperkirakan berkaitan dengan peluang sekitar 17 persen lebih tinggi untuk melaporkan depresi.

Jean Twenge, profesor psikologi di San Diego State University, mengatakan penelitian tersebut semakin memperkuat bukti bahwa penggunaan media sosial lebih dari dua jam sehari berkaitan dengan depresi.

“Studi ini memberikan lebih banyak bukti bahwa penggunaan media sosial lebih dari sekitar dua jam sehari berkaitan dengan depresi,” kata Twenge kepada Inc.

Menurut Twenge, temuan paling menonjol dari penelitian tersebut adalah penggunaan media sosial ternyata lebih kuat dalam memprediksi depresi dibandingkan pekerjaan, tingkat pendidikan, etnisitas, maupun status perkawinan.

“Saya pikir temuan yang paling mencolok adalah penggunaan media sosial memprediksi depresi lebih kuat daripada pekerjaan, tingkat pendidikan, etnisitas, atau status perkawinan,” ujarnya.

Penelitian tersebut tidak membuktikan bahwa penggunaan media sosial secara langsung menyebabkan depresi. Namun, studi ini memberikan gambaran lebih luas mengenai hubungan keduanya berdasarkan rentang waktu 11 tahun dan kelompok usia yang luas.

Penulis penelitian juga mencatat periode 2014-2024 penting karena mencakup masa ketika penggunaan sejumlah platform media sosial, termasuk Instagram, Snapchat, dan TikTok, meningkat pesat.

Twenge mengatakan orang yang berhenti atau mengurangi penggunaan media sosial selama setidaknya dua minggu menjadi lebih bahagia dan mengalami lebih sedikit depresi.

Sementara penelitian ini tidak mengkaji hubungan penggunaan media sosial dan depresi yang dilaporkan sendiri pada remaja, survei Gallup pada 2023 menemukan remaja menghabiskan rata-rata 4,8 jam sehari di media sosial. Durasi tersebut hampir dua kali lipat dari sekitar 150 menit ketika hubungan dengan depresi dalam penelitian ini mulai terlihat lebih kuat.

Data Statista menunjukkan pengguna media sosial di seluruh dunia menghabiskan rata-rata 141 menit di platform tersebut pada tahun lalu. Waktu yang dihabiskan di media sosial disebut relatif konsisten sepanjang 2018 hingga 2025.

Penulis penelitian menyebut temuan tersebut dapat menjadi dasar penelitian berikutnya mengenai dampak penggunaan media sosial dan kaitannya dengan kondisi kesehatan mental lain yang kerap muncul bersamaan dengan depresi, termasuk kecemasan dan bunuh diri.

Perhatian terhadap hubungan media sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental juga mendapat sorotan sosial dan hukum. Pekan lalu, Meta mencapai kesepakatan penyelesaian multinegara terkait tuduhan bahwa fitur platformnya berdampak buruk terhadap remaja, di antara persoalan hukum lainnya.