Sugiono: Persatuan dan Sentralitas Jadi Kekuatan ASEAN

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Istimewa)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Istimewa)

Generasi.co, NEW YORK – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan ASEAN perlu terus beradaptasi agar tetap relevan di tengah perubahan kawasan dan meningkatnya rivalitas strategis.

Sugiono mengatakan kekuatan ASEAN terletak pada kemampuan negara-negara anggotanya mengelola perbedaan, mempertahankan komunikasi, dan terus mencari titik temu.

“Selama hampir enam dekade, ASEAN telah mengelola perbedaan, mempertahankan komunikasi, dan terus mencari titik temu,” ujar Sugiono dalam National Statement Indonesia pada Sidang Majelis Umum PBB ke-81 di New York, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2026) waktu setempat.

Menurut Sugiono, Asia Tenggara memiliki posisi penting dalam dinamika kawasan dan global. Kawasan tersebut memiliki salah satu populasi usia produktif terbesar di dunia serta menjadi ekonomi terbesar kelima di dunia dengan dukungan ekonomi digital yang berkembang pesat.

“Di pusat kawasan yang dinamis ini adalah ASEAN,” kata Sugiono.

Dia mengatakan ASEAN mempertemukan negara-negara dengan sejarah, sistem politik, tingkat pembangunan, dan kepentingan nasional yang berbeda. Karena itu, negara-negara anggota ASEAN tidak selalu memiliki pandangan yang sama.

“Kami tidak selalu sepakat, tetapi kami telah membuat pilihan sadar untuk tetap bersama. Dan kami memilih untuk terus berbicara, bahkan ketika mencapai kesepakatan sulit,” ujarnya.

Sugiono mengatakan kemampuan mengelola perbedaan tersebut telah menjadi bagian dari pengalaman ASEAN selama hampir enam dekade.

Menurut dia, persatuan dan sentralitas ASEAN memungkinkan kawasan tetap melibatkan berbagai mitra sekaligus mempertahankan ruang dialog dan kerja sama di tengah meningkatnya persaingan strategis.

“Hal ini memungkinkan kita untuk melibatkan semua mitra dan mempertahankan ruang bagi dialog dan kerja sama, bahkan ketika persaingan strategis di sekitar kita semakin meningkat,” kata Sugiono.

Sugiono menambahkan, pembangunan kawasan yang tangguh juga membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi.

“Karena itu, ASEAN harus terus berkembang agar tetap sesuai dengan tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakatnya serta kawasan yang lebih luas,” ujarnya.