Vladimir Putin Ancam Serang Negara yang Berikan Senjata untuk Ukraina

Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin. (WikiPedia)
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin. (WikiPedia)

Generasi.co, Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin ternyata tidak akan tinggal diam terhadap negara-negara yang senjatanya dipakai oleh Ukraina.

Vladimir Putin menekankan negaranya berhak menyerang negara-negara yang senjatanya digunakan oleh Ukraina, untuk menyerang wilayah Rusia.

Hal tersebut disampaikan putin melalui pidato agresifnya yang menantang Barat.

Generasi.co melansir AFP, Jumat (22/11/2024), Pemimpin Kremlin itu juga memperingatkan, konflik tersebut telah mengambil “unsur-unsur karakter global”.

Bahkan menekankan, apabila Moskow siap untuk “skenario apa pun” dalam konfrontasinya dengan Kyiv dan Barat.

Putin menyampaikan pidato kejutan kepada negara tersebut di TV pemerintah setelah berhari-hari terjadi eskalasi dalam konflik yang telah berlangsung nyaris tiga tahun.

Konflik tersebut menyebabkan Ukraina menembakkan rudal yang dipasok AS dan Inggris ke wilayah Rusia untuk pertama kalinya.

“Kami menganggap diri kami berhak untuk menggunakan senjata kami terhadap fasilitas militer negara-negara yang mengizinkan senjata mereka digunakan terhadap fasilitas kami,” kata Putin.

“Jika terjadi peningkatan tindakan agresif, kami akan merespons dengan tegas,” katanya.

Mantan mata-mata KGB itu telah berulang kali mengancam Barat selama konflik berlangsung, menyerangnya karena mempersenjatai Ukraina.

Yakni dengan mencoba menggagalkan serangan militernya, dan menghantam Moskow dengan rentetan sanksi.

Namun, peringatan yang dikeluarkan pada Kamis malam adalah salah satu peringatannya yang paling keras dan langsung, yang muncul pada saat yang sangat penting dalam pertempuran tersebut.

“Konflik di Ukraina telah memperoleh unsur-unsur karakter global,” katanya.

“Kami selalu lebih suka, dan sekarang siap untuk menyelesaikan semua pertanyaan yang disengketakan dengan cara damai, tetapi kami juga siap untuk skenario apa pun,” kata Putin.

“Jika ada yang meragukan itu, mereka salah. Akan selalu ada respons,” tambahnya.

Putin juga klaim serangan Ukraina di wilayah perbatasan Rusia menggunakan rudal ATACMS dan Storm Shadow telah gagal.

Presiden AS yang akan lengser, Joe Biden, izinkan Ukraina memakai rudal itu, guna menghantam wilayah Rusia awal minggu ini, setelah berbulan-bulan tuntutan dari Kyiv.

Pemerintahan Biden telah meningkatkan bantuan militer ke Kyiv sejak Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS awal bulan ini.

Trump bersikap skeptis terhadap bantuan Amerika ke Ukraina dan membanggakan diri di masa kampanye.

Apabila ia mampu mengamankan kesepakatan damai dalam beberapa jam setelah menjabat.

(BAS/Red)