BNI Ingatkan Modus Penipuan Telepon, Jangan Berikan Data Rahasia

Scam/Pexels

Generasi.co, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mengingatkan masyarakat agar mewaspadai penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan pihak bank. Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan korban dengan mengabarkan masalah rekening atau transaksi, kemudian menawarkan bantuan untuk memperoleh data rahasia perbankan.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, pelaku kerap menciptakan rasa takut dan tekanan agar korban segera mengikuti instruksi tanpa memeriksa kebenaran informasi.

“Jangan mudah percaya pada panggilan yang mengatasnamakan bank, terutama jika disertai tekanan untuk segera mengambil tindakan,” kata Okki dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Modus yang digunakan beragam, mulai dari pemberitahuan transaksi mencurigakan, pemblokiran rekening, penyalahgunaan kartu, hingga gangguan keamanan akun.

Pelaku kemudian menawarkan bantuan dan meminta data pribadi, kode verifikasi, atau mengarahkan korban membuka tautan maupun mengakses aplikasi tertentu.

Salah satu pendekatan komunikasi yang disebut dapat dimanfaatkan pelaku adalah teknik NLP (neuro-linguistic programming). Pendekatan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa, pola pikir, dan perilaku untuk membangun kepercayaan, menciptakan rasa takut, serta mendorong korban mengikuti instruksi.

BNI meminta nasabah tidak terburu-buru menanggapi informasi semacam itu. Nasabah perlu memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi bank sebelum mengambil tindakan.

“Jangan panik dan jangan terburu-buru mengikuti instruksi penelepon. Tetap tenang dan lakukan verifikasi melalui kanal resmi BNI. Kami juga mengingatkan nasabah untuk tidak membagikan data rahasia perbankan kepada siapa pun,” kata Okki.

BNI menegaskan tidak pernah meminta data rahasia nasabah melalui telepon, pesan singkat, email, maupun media komunikasi lainnya. Data tersebut meliputi PIN, nomor kartu, kode CVV, kode OTP, kode transaksi, dan password.

Apabila menerima panggilan mencurigakan, nasabah diimbau segera menghentikan komunikasi. Mereka juga diminta tidak membuka tautan, mengunduh aplikasi, menghubungi nomor yang diberikan penelepon, atau melakukan transaksi sebelum memastikan kebenaran informasi.

Jika telanjur memberikan data rahasia, membuka tautan, mengunduh aplikasi, atau melakukan transaksi mencurigakan, nasabah disarankan segera menghubungi BNI untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Okki mengatakan keamanan transaksi perbankan membutuhkan kesadaran dan kehati-hatian seluruh pihak. BNI juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar mampu mengenali modus kejahatan digital dan melindungi informasi perbankan.

“Ketika menerima informasi yang mencurigakan, hal terpenting adalah tetap tenang dan tidak panik. Beri waktu untuk melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan apa pun. Dengan kewaspadaan bersama, risiko penyalahgunaan data dan kejahatan perbankan dapat diminimalkan,” kata Okki.

Nasabah dapat memverifikasi informasi melalui BNI Call 1500046 atau kanal resmi BNI, yakni Instagram @BNI46, Facebook BNI, X @BNI dan @BNI_CustomerCare, TikTok @BNI46, serta situs www.bni.co.id.