Prabowo Bertolak ke Timur Tengah dan Turki, Mulai Rangkaian Kunjungan Kenegaraan ke Lima Negara Sahabat

Presiden RI Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, yang rencananya akan bertolak ke Abu Dhabi memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke lima negara sahabat di Timur Tengah dan Turki, dalam rangka mempererat kerja sama bilateral. Lawatan akan ini diawali di Uni Emirat Arab (UEA), lalu dilanjutkan ke Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, Rabu (9/4/2025) dini hari.( tangkap layar Instagra (sufmi-dasco)
Presiden RI Prabowo Subianto di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, yang rencananya akan bertolak ke Abu Dhabi memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke lima negara sahabat di Timur Tengah dan Turki, dalam rangka mempererat kerja sama bilateral. Lawatan akan ini diawali di Uni Emirat Arab (UEA), lalu dilanjutkan ke Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, Rabu (9/4/2025) dini hari.( tangkap layar Instagra (sufmi-dasco)

Generasi.co, Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto, resmi memulai rangkaian kunjungan kenegaraan ke lima negara sahabat di kawasan Timur Tengah dan Turki, pada Selasa pagi, 8 April 2025.

Keberangkatan Presiden Prabowo dilepas secara resmi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Panglima TNI, Kapolri, dan beberapa menteri terkait.

Dalam agenda ini, Presiden Prabowo dijadwalkan akan mengunjungi Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Mesir, Qatar, dan Yordania, sebagai bagian dari misi diplomatik untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara tersebut.

Kunjungan ini dipandang strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional, khususnya dalam kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, serta diplomasi perdamaian.

“Ini adalah langkah penting dalam menjalin kembali tali persahabatan yang erat dan memperluas kolaborasi lintas sektor dengan negara-negara mitra strategis Indonesia,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengutip akun Instagramnya @sufmi_dasco.

Dimulai dari Uni Emirat Arab, Dilanjutkan ke Empat Negara Lainnya

Kunjungan resmi ini akan dimulai dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, dimana Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Presiden UEA, guna membahas kelanjutan proyek-proyek investasi strategis, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), serta kerja sama pertahanan dan energi.

Selanjutnya, lawatan kenegaraan akan dilanjutkan ke Turki, di mana Indonesia dan Turki memiliki kerja sama erat di bidang industri pertahanan dan teknologi.

Presiden Prabowo akan menghadiri forum tingkat tinggi yang melibatkan pejabat militer dan sipil untuk menindaklanjuti program pertukaran teknologi dan penguatan alutsista.

Dari Turki, Presiden akan melanjutkan perjalanan ke Mesir, Qatar, dan Yordania.

Di masing-masing negara, Prabowo dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan kepala negara atau kepala pemerintahan, serta menghadiri beberapa forum internasional terkait diplomasi perdamaian, ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan pendidikan.

Perkuat Kemitraan, Dorong Perdamaian

Selama kunjungan, fokus utama Presiden Prabowo adalah untuk menguatkan kemitraan strategis lintas sektor dengan negara-negara sahabat.

Ia akan berdialog secara langsung dengan para pemimpin negara mitra untuk membahas peluang baru dalam perdagangan, investasi, pendidikan, dan kerja sama militer.

Tidak hanya itu, Prabowo juga akan menghadiri forum-forum diplomasi internasional yang membahas situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Dalam forum tersebut, Prabowo diperkirakan akan menyuarakan posisi Indonesia sebagai negara nonblok yang mendorong penyelesaian konflik melalui jalan diplomasi dan dialog, serta menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

“Presiden Prabowo membawa misi besar, tidak hanya untuk kepentingan nasional tetapi juga peran aktif Indonesia dalam menciptakan stabilitas dan perdamaian global,” kata seorang analis hubungan internasional.

Makna Strategis Bagi Indonesia

Kunjungan kenegaraan ini merupakan lawatan luar negeri pertama Presiden Prabowo sejak dinyatakan terpilih sebagai Presiden RI 2024-2029.

Lawatan ini mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam memperluas jaringan diplomatik global, memperkokoh posisi Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan, serta membuka jalan bagi masuknya investasi dan teknologi dari negara-negara Timur Tengah.

Selain itu, kunjungan ini juga berpotensi memperkuat kerja sama ekonomi syariah, energi terbarukan, dan industri pertahanan, yang semuanya masuk dalam prioritas pembangunan nasional ke depan.

Hubungan yang erat dengan negara-negara tersebut diyakini akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia serta memperluas kesempatan kerja dan pendidikan bagi generasi muda.

(BAS/Red)