Menlu Sugiono Tegaskan Konflik Thailand–Kamboja Akan Diselesaikan Joint Border Committee

Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)
Menteri Luar Negeri Sugiono (Sumber: Instagram @sugiono_56)

Menlu Sugiono sebut konflik Thailand–Kamboja ditangani Joint Border Committee. Indonesia siap bantu capai deeskalasi dan dukung penyelesaian damai.

Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan penyelesaian konflik perbatasan antara Thailand dan Kamboja akan ditangani oleh Joint Border Committee (JBC), sebuah badan khusus yang dibentuk oleh kedua negara.

“Antara Kamboja dan Thailand ada yang namanya Joint Border Committee yang akan ditugaskan untuk membahas urusan perbatasan,” kata Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2025).

JBC sudah dibentuk sejak 2000, namun hingga kini belum menghasilkan kesepakatan konkret terkait sengketa wilayah yang memanas. Pernyataan ini disampaikan Sugiono saat menjawab pertanyaan mengenai mekanisme penyelesaian konflik di ASEAN.

Ia menegaskan prinsip ASEAN tetap konsisten dalam menyelesaikan masalah secara damai.

“Kita juga menyampaikan bahwa ASEAN semuanya ada dalam suatu keyakinan yang sama bahwa kita ingin menyelesaikan ini dengan cara kekeluargaan dan dengan cara ASEAN,” ujar Sugiono.

Menurutnya, para Menteri Luar Negeri ASEAN telah berkoordinasi untuk mendesak kedua negara yang bertikai agar menghindari eskalasi lebih lanjut. Indonesia pun sudah menyampaikan kesiapannya kepada Malaysia, selaku Ketua ASEAN 2025, untuk ikut serta dalam upaya menurunkan ketegangan.

“Siap untuk melakukan apa saja dalam rangka mencapai suatu suasana deeskalasi gencatan senjata di antara kedua negara,” tambah Sugiono.

Sementara itu, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim juga telah membahas perkembangan konflik tersebut, termasuk kemungkinan fasilitasi gencatan senjata.

“Jadi Presiden juga menyampaikan bahwa antara Indonesia dan Malaysia harus erat hubungan kerja samanya karena kita berasal dari rumpun yang sama, kita memiliki budaya yang sama, kita share bahasa yang sama. Oleh karena itu, persahabatan Indonesia dan Malaysia harus sangat erat,” ungkapnya.

Latar Belakang Konflik Thailand–Kamboja

Ketegangan terbaru antara Thailand dan Kamboja mencuat kembali sejak Kamis (24/7/2025), ketika bentrokan bersenjata kembali terjadi di perbatasan. Ketegangan ini memuncak setelah insiden baku tembak yang menewaskan seorang prajurit Kamboja pada Mei lalu.

Sejak itu, kedua belah pihak meningkatkan kehadiran militer di wilayah sengketa. Korban jiwa dilaporkan telah melebihi 30 orang, termasuk lebih dari 20 warga sipil, sementara evakuasi massal telah dilakukan terhadap lebih dari 200.000 warga sipil dari wilayah perbatasan.

Menanggapi kondisi ini, PM Malaysia Anwar Ibrahim mengajukan inisiatif perundingan damai, yang kemudian disambut baik oleh Thailand dan Kamboja. Kedua negara menyatakan kesiapan mereka untuk duduk bersama di meja perundingan.

Malaysia, sebagai Ketua ASEAN tahun ini, akan menjadi tuan rumah dalam proses negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik yang disebut-sebut sebagai yang paling buruk dalam lebih dari sepuluh tahun terakhir.

(BAS/Red)