Ahmad Muzani Imbau Kesiapsiagaan Hadapi Dampak Gempa Rusia di 10 Wilayah Indonesia

Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PIRA di Bidakara, Sabtu (25/1/2024). (Istimewa)
Foto: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Muzani di acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PIRA di Bidakara, Sabtu (25/1/2024). (Istimewa)

Ketua MPR Ahmad Muzani minta aparat dan warga waspada potensi dampak gempa Rusia di 10 wilayah Indonesia. BMKG imbau warga menjauh dari pantai.

Generasi.co, Jakarta – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, mengimbau seluruh elemen masyarakat dan aparat keamanan untuk bersiaga menyikapi potensi dampak dari gempa besar yang mengguncang Rusia, Rabu (30/7/2025). Gempa berkekuatan 8,6 magnitudo yang berpusat di wilayah Kamchatka itu disebut berpotensi menimbulkan efek di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kami harap kepada semua aparat, masyarakat bersiap siaga menghadapi kemungkinan terburuk itu,” ujar Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/7/2025).

Meski pusat gempa berada cukup jauh dari Indonesia, Muzani mengingatkan konsekuensinya bisa saja tidak terduga. Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki pengalaman dan sumber daya untuk merespons situasi semacam ini dengan cepat.

“Saya merasa bahwa pengalaman Indonesia menangani situasi ini bisa dengan cepat diantisipasi,” katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat getaran dari gempa tersebut dirasakan hingga ke beberapa wilayah Indonesia, termasuk Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Sulawesi Utara. Bahkan, terdapat potensi tsunami yang dapat memengaruhi hingga 10 wilayah pesisir di Tanah Air.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan peringatan agar warga menjauh dari area pantai sebagai langkah pencegahan.

“Masyarakat tidak berada di kawasan pantai. Masyarakat hanya diminta menjauh di waktu-waktu tersebut,” ujar Daryono.

Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus memantau perkembangan dan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi akibat gempa besar tersebut.

(BAS/Red)