DPR minta Kemlu aktif pantau kondisi 15 WNI di tengah konflik Thailand–Kamboja. Evakuasi akan dipertimbangkan sesuai situasi keamanan terkini.
Generasi.co, Jakarta – Sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan masih berada di kawasan perbatasan Thailand dan Kamboja di tengah memanasnya konflik bersenjata antara kedua negara. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk lebih proaktif dalam menangani situasi ini.
“Ya, kami sudah minta kepada Kementerian Luar Negeri untuk proaktif. Melakukan komunikasi-komunikasi kepada warga negara kita di sana,” ujar Dasco, dikutip pada Kamis (31/7/2025).
Dasco menyatakan upaya evakuasi terhadap WNI perlu mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan, mengingat adanya sinyal dari pihak Kamboja untuk melakukan perundingan gencatan senjata.
“Ya, kita lihat perkembangannya (untuk evakuasi WNI). Kalau keadaannya membaik, kan kita juga tahu bahwa ada keinginan dari pihak Kamboja untuk gencatan senjata,” lanjutnya.
Politikus Partai Gerindra tersebut berharap ketegangan antara Thailand dan Kamboja bisa segera mereda agar tidak diperlukan tindakan darurat lainnya.
“Kita harapkan bahwa keadaan di sana lebih baik. Sehingga tindakan-tindakan lebih lanjut mungkin tidak perlu dilakukan,” katanya.
Eskalasi Konflik Thailand–Kamboja
Ketegangan antara Thailand dan Kamboja memuncak pada Kamis (24/7), saat kedua negara terlibat bentrokan bersenjata. Situasi kian memburuk dengan dikerahkannya jet tempur F-16 milik Thailand, menjadikannya eskalasi militer terberat dalam lebih dari satu dekade terakhir antara dua negara ASEAN tersebut.
Pemerintah Indonesia melalui Kemlu diharapkan segera mengambil langkah-langkah diplomatik maupun teknis untuk memastikan keselamatan 15 WNI yang masih berada di zona rawan konflik.
(BAS/Red)










