Pancak Silat Diperlombakan di Bahrain, Menlu Sugiono: Ini Momen Bersejarah

Ilustrasi Pancak Silat/Kemlu

Debut Pencak Silat di Asian Youth Games (AYG) 2025 di Bahrain bukan hanya disambut sebagai kemenangan olahraga, melainkan sebagai sukses besar diplomasi budaya Indonesia. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang juga Wakil Ketua Umum PB IPSI, menegaskan bahwa Pencak Silat adalah sarana untuk menyebarkan nilai-nilai luhur bangsa.

“Ini momen bersejarah, karena Pencak Silat untuk pertama kalinya tampil di Asian Youth Games. Kita patut bangga, seni bela diri warisan bangsa akhirnya bisa berdiri sejajar dengan cabang olahraga lain di ajang multi-event Asia,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Minggu (19/10/2025).

Sugiono menyoroti bahwa keikutsertaan pesilat junior berusia 14-17 tahun adalah bagian dari regenerasi atlet. “Kompetisi ini menjadi panggung bagi atlet muda untuk menunjukkan bakat sekaligus mematangkan pengalaman. Mereka inilah generasi emas yang akan mengharumkan nama Indonesia di level internasional,” tegasnya.

Adapun Anggota Asian Pencak Silat Federation (APSIF) Abdul Karim Aljufri mengungkapkan bahwa pencapaian bersejarah ini tidak lepas dari dukungan politik tertinggi. Dia bilang hal itu sebagai kado dari kepala negara.

“Ini kado dari Pak Presiden Prabowo untuk Indonesia. Diplomasi Presiden dan juga peran Menlu [Sugiono] serta jajaran KBRI yang sangat support ke pencak silat,” ujar Abdul Karim.

Pencak Silat dipertandingkan di Bahrain pada 19-24 Oktober 2025 dalam tiga kelas tanding, dengan partisipasi 14 negara. Sugiono menambahkan, olahraga ini bukan hanya sekadar bertanding, tetapi juga ada nilai luhur, filosofi, dan tradisi bangsa Indonesia di dalamnya.

“Pencak Silat bukan hanya soal bertanding. Ada nilai luhur, filosofi, dan tradisi yang menyertainya. Dengan tampil di ajang sebesar AYG, kita membawa pesan tentang persaudaraan, hormat pada lawan, dan semangat kebersamaan,” katanya.