5 Poin Strategis Hasil Kunjungan Ketiga Presiden Prabowo ke Prancis di Tahun 2026

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melaksanakan pernyataan pers bersama Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron dalam rangkaian kunjungan kenegaraan di Istana Élysée, pada Kamis, 28 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan diplomatik ke Prancis untuk ketiga kalinya sepanjang tahun 2026. Tiba di Paris pada Kamis malam (28/5/2026), Presiden Prabowo yang didampingi puteranya, Didit Hediprasetyo, disambut langsung oleh Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée.

Pertemuan bilateral ini menghasilkan sejumlah kesepakatan krusial. Berikut adalah 5 poin penting hasil kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Prancis yang mempererat kemitraan strategis kedua negara:

1. Komitmen Bersama untuk Kemerdekaan Palestina

Isu stabilitas Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama pembicaraan kedua pemimpin negara.

  • Solusi Dua Negara: Indonesia dan Prancis memiliki pandangan yang sejalan dalam mendukung two-state solution (solusi dua negara) sebagai kunci mutlak kemerdekaan Palestina dan perdamaian di kawasan tersebut.
  • Apresiasi untuk Indonesia: Presiden Macron secara khusus memuji langkah berani dan konsisten Indonesia dalam mendukung perdamaian Timur Tengah serta pengakuan kedaulatan Palestina.
  • Misi UNIFIL: Kedua negara berkomitmen penuh menjaga stabilitas di Lebanon, di mana pasukan TNI dan militer Prancis bertugas bersama di bawah misi perdamaian PBB (UNIFIL).

2. Penguatan Kerja Sama Militer dan “Misi Pegasus 2026”

Hubungan pertahanan antara Jakarta dan Paris mencatat sejarah baru yang semakin intensif.

  • Kedatangan Jet Rafale: Macron menyoroti tibanya unit pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia sebagai bukti nyata kemitraan pertahanan yang konkret.
  • Latihan Gabungan Skala Besar: Kedua negara sepakat menggelar latihan militer bersama dalam Misi Pegasus pada September 2026. Latihan ini akan mencakup penguatan kemampuan tempur udara, optimalisasi angkatan laut, hingga strategi angkatan darat.

3. Menjaga Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Guna mengamankan jalur perdagangan dunia dari eskalasi konflik, kedua negara mengambil sikap tegas terkait keamanan maritim.

  • Penolakan Privatisasi Jalur Laut: Prabowo dan Macron sepakat mendorong deeskalasi dan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka secara damai untuk navigasi internasional.
  • Koalisi Internasional: Kedua negara menolak keras segala bentuk privatisasi atau pengenaan pajak sepihak atas jalur pelayaran internasional tersebut dan telah meluncurkan koalisi internasional untuk mengawal isu ini.

4. Ekspansi Kerja Sama Ekonomi: RI Buka Pasar Susu & Daging Prancis

Di sektor ekonomi, kerja sama diperluas lewat pembukaan akses pasar baru dan komitmen investasi dua arah.

  • Akses Produk Peternakan Prancis: Indonesia resmi membuka pasarnya untuk produk susu (dairy products) dan daging sapi asal Prancis.
  • Percepatan Perjanjian Uni Eropa-Indonesia: Kedua pemimpin mendorong agar Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia (IEU-CEPA) bisa segera diterapkan demi menghapus hambatan perdagangan.
  • Forum Bisnis Tingkat Tinggi: Peresmian France-Indonesia High Level Business Council sebagai wadah resmi untuk memfasilitasi investasi perusahaan-perusahaan Prancis di ekosistem ekonomi Indonesia.

5. Pendidikan & Kebudayaan lewat “Tahun Inovasi 2026”

Melanjutkan deklarasi strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025 lalu, kolaborasi diperluas ke sektor SDM dan teknologi.

  • Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026: Kerja sama akademik dan ilmiah akan ditata lebih terstruktur, mencakup sektor permuseuman, sastra, film, hingga mode (fashion).
  • Prancis Sambut Mahasiswa RI: Pemerintah Prancis berkomitmen memperbanyak kuota bagi mahasiswa, peneliti, dan talenta berbakat asal Indonesia untuk belajar di Prancis.
  • Peluncuran Chapter Baru: Fondation France-Asie akan meluncurkan chapter Indonesia serta program tahunan Young Leaders untuk mempertemukan pemimpin muda masa depan dari kedua negara.

Kunjungan ketiga Presiden Prabowo ke Prancis di tahun 2026 ini menegaskan posisi tawar Indonesia yang semakin strategis di mata dunia. Kerja sama yang terjalin tidak lagi sekadar diplomasi formal, melainkan mencakup aksi nyata mulai dari modernisasi alutsista, ketahanan pangan, hingga investasi jangka panjang pada kualitas pendidikan generasi muda.