BANDUNG, Generasi.co — Istilah “Prabowonomics” kini bukan lagi sekadar jargon politik, melainkan mulai dibedah secara akademis dan teknokratis sebagai arah baru ekonomi Indonesia. Dalam Seminar Nasional yang digelar Great Institute di Bandung (05/03), Menteri Koperasi Ferry Juliantono memaparkan bahwa inti dari Prabowonomics adalah penataan ulang struktur ekonomi agar lebih berpihak kepada rakyat kecil.
Guna mewujudkan doktrin tersebut, Menkop Ferry meluncurkan gagasan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen utama untuk melawan dominasi sistem ekonomi yang selama ini dianggap terlalu elitis.
“Prabowonomics adalah tentang bagaimana kita menata kembali perekonomian agar tidak lagi hanya menguntungkan segelintir pihak. Melalui KDKMP, kita menghidupkan kembali koperasi sebagai lokomotif utama yang menghubungkan potensi desa dengan pasar nasional,” tegas Ferry Juliantono.
Prabowonomics: Antara Keadilan Sosial dan Kemandirian Bangsa
Seminar bertema “Prabowonomics, Demokrasi dan Tantangan ke Depan” ini juga menjadi momentum peluncuran buku “Menggugat Republik” karya Dr. Syahganda Nainggolan. Diskusi ini menyoroti bahwa Prabowonomics menuntut kembalinya peran koperasi sebagai “sokoguru” atau pilar utama yang memastikan setiap warga negara memiliki ruang kepemilikan dalam ekosistem ekonomi.
Berbeda dengan sistem liberal murni, Prabowonomics menitikberatkan pada:
- Demokratisasi Ekonomi: Masyarakat bukan hanya menjadi konsumen, tetapi juga pemilik alat produksi melalui koperasi.
- Basis Gotong Royong: Membangun ekosistem ekonomi yang kolektif dari tingkat desa (KDKMP).
- Kemandirian Nasional: Mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global dengan menguatkan produksi di tingkat lokal.
Debat Intelektual: Dari Rocky Gerung hingga Raffi Ahmad
Ketajaman doktrin Prabowonomics ini diuji dalam diskusi hangat bersama tokoh-tokoh dari berbagai spektrum. Ahli filsafat Rocky Gerung memberikan catatan kritis terkait tantangan demokrasi dan keadilan sosial, sementara Raffi Ahmad (Utusan Khusus Presiden) melihat peluang dari sisi ekonomi kreatif dan pembinaan generasi muda.
Dukungan politik juga mengalir dari Legislatif melalui Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta dukungan teknokratis dari Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dan jajaran Wakil Menteri lainnya. Kehadiran Rektor ITB Tatacipta Dirgantara pun menegaskan perlunya riset dan teknologi untuk mendukung implementasi KDKMP di lapangan.
Penutup: Koperasi Merah Putih Sebagai Ujung Tombak
Ferry Juliantono optimistis bahwa dengan dukungan lintas sektor, KDKMP akan menjadi bukti konkret bahwa Prabowonomics mampu menghadirkan keadilan sosial yang nyata. Koperasi tidak boleh lagi dipandang sebelah mata, melainkan harus menjadi wadah yang profesional dan modern bagi kemandirian bangsa.










