BNI Catat Kredit Rp977,17 Triliun dan Laba Rp14,33 Triliun

Gedung BNI (Sumber: Wikimedia)
Gedung BNI (Sumber: Wikimedia)

Generasi.co, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencatat penyaluran kredit Rp977,17 triliun hingga Agustus 2026. Angka tersebut tumbuh 27,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp768,60 triliun.

Pertumbuhan kredit BNI diikuti peningkatan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.124,71 triliun. DPK tersebut tumbuh 29,4 persen secara tahunan.

Berdasarkan komponennya, pertumbuhan DPK ditopang deposito yang mencapai Rp389,94 triliun atau tumbuh 63,7 persen. Giro tercatat Rp442,62 triliun, naik 20,8 persen, sedangkan tabungan mencapai Rp292,13 triliun atau tumbuh 10,5 persen.

Pertumbuhan kredit dan DPK turut tercermin dalam kinerja laba BNI. Hingga Agustus 2026, BNI membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp14,33 triliun.

Laba tersebut meningkat 6,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,40 triliun.

Dari sisi pendapatan, BNI mencatat pendapatan bunga Rp51,56 triliun hingga Agustus 2026. Sementara beban bunga mencapai Rp22,68 triliun, meningkat 20,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,78 triliun.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BNI mencapai Rp28,88 triliun hingga Agustus 2026.

Dari sisi neraca, total aset BNI per 31 Agustus 2026 mencapai Rp1.434,12 triliun. Jumlah tersebut meningkat 23,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.160,18 triliun.

Aset tersebut antara lain terdiri atas penempatan pada Bank Indonesia sebesar Rp104,86 triliun, penempatan pada bank lain Rp59,79 triliun, serta surat berharga yang dimiliki sebesar Rp175,29 triliun.