BRI Salurkan KUR Rp1,416 Triliun di NTT, Kuasai 82,6 Persen Realisasi

BRI Salurkan KUR Rp1,416 Triliun di NTT, Kuasai 82,6 Persen Realisasi/Ist.

Generasi.co, Kupang – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga akhir Juni 2026 dengan realisasi pembiayaan mencapai Rp1,416 triliun kepada 31.069 debitur.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan, total realisasi KUR di NTT per 30 Juni 2026 mencapai Rp1,714 triliun yang disalurkan kepada 33.460 debitur. Nilai tersebut meningkat Rp350,41 miliar atau tumbuh 25,68 persen secara tahunan (year-on-year).

Dari total penyaluran tersebut, BRI menguasai sekitar 82,6 persen nilai KUR yang disalurkan di NTT, mempertegas posisinya sebagai penyalur utama pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di provinsi tersebut.

Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi NTT Adi Setiawan mengatakan jangkauan layanan BRI hingga wilayah pedalaman dan pulau-pulau terpencil menjadi salah satu faktor utama tingginya realisasi penyaluran KUR.

“BRI menjadi penyalur terbesar. Ini menarik karena tidak semua bank memiliki jangkauan hingga ke wilayah-wilayah yang cukup jauh,” ujar Adi Setiawan di Kupang, dikutip dari Antara.

Menurut Adi, jaringan operasional BRI yang menjangkau hingga tingkat pedesaan menjadi keunggulan dalam mendukung penyerapan program KUR yang bersumber dari APBN. Secara keseluruhan, skema KUR Mikro menjadi penyumbang terbesar dengan nilai penyaluran Rp1,245 triliun kepada 31.671 debitur.

Dari sisi sektor usaha, penyaluran KUR di NTT masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp816,35 miliar atau 47,62 persen dari total realisasi. Posisi berikutnya ditempati sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan dengan nilai Rp354,92 miliar atau 20,70 persen.

Secara wilayah, realisasi penyaluran terbesar tercatat di Kota Kupang dengan nilai Rp207,95 miliar kepada 2.363 debitur. Sementara itu, Kabupaten Sabu Raijua menjadi daerah dengan penyaluran terendah, yakni Rp2,25 miliar kepada 48 debitur.

Selain pembiayaan modal kerja dan investasi usaha, penyaluran KUR Kredit Perumahan (KUR-KPP) di NTT juga mencapai Rp172,05 miliar.

DJPb menyatakan bersama perbankan penyalur, terutama BRI, akan terus memperluas pembiayaan ke sektor pertanian yang menjadi tulang punggung perekonomian NTT. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi kerakyatan di provinsi tersebut sepanjang semester II 2026.