Usai Tembak ASN Jayawijaya, Terduga Pelaku Video Call Keluarga

Foto Ilustrasi: Penembakan (Istimewa)
Foto Ilustrasi: Penembakan (Istimewa)

Generasi.co, Wamena – Terduga pelaku penembakan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya diduga menggunakan telepon genggam salah satu korban untuk melakukan panggilan video WhatsApp dengan keluarga korban di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Panggilan itu dilakukan setelah Wili Mbuik (24) ditembak hingga meninggal dunia. Tante kandung Wili, Selfi Mbuik, mengatakan para pelaku mengambil telepon genggam korban dan membuka WhatsApp untuk menghubungi keluarga di Rote Ndao.

“Setelah mereka tembak anak kami sampai meninggal, mereka lalu ambil HP. Mereka buka WhatsApp dan nomor telepon keluarga di Rote,” ujar Selfi, Kamis (10/9/2026).

Dalam percakapan tersebut, Minto Mbuik, kakak kandung Wili, sempat mempertanyakan alasan korban ditembak hingga tewas. Menurut Selfi, Minto merupakan anak keempat dalam keluarga dan pernah bekerja di Papua sehingga percakapan dengan orang yang diduga anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu sempat berlangsung.

Kelompok tersebut juga disebut beberapa kali menghubungi keluarga korban melalui telepon pada Kamis siang. Namun, hingga Kamis sore, tidak ada lagi komunikasi dari kelompok tersebut.

Rekaman panggilan video itu kemudian beredar di media sosial. Dalam video berdurasi 50 detik, terlihat seorang pria berambut panjang dan mengenakan kalung yang diduga merupakan salah satu pelaku.

Pria tersebut tampak tertawa saat berbicara dengan keluarga korban. “Kau sudah makan? Tambah, mau tambah,” ujarnya dalam percakapan tersebut.

Keluarga korban kemudian mempertanyakan alasan Wili ditembak. “Anak saya salah apa kau bunuh, kau tembak?” tanya keluarga korban.

Pria yang diduga sebagai pelaku menjawab, “Itukan supaya cepat pengakuan merdeka.”

Dalam percakapan itu, pria tersebut juga menyebut keluarga korban sebagai bagian dari Presiden Prabowo Subianto. “Kamu orang Presiden ini, orang Prabowo,” katanya.

Identitas pria dalam rekaman tersebut hingga kini belum diketahui. Selain melakukan panggilan video, terduga pelaku yang mengambil telepon genggam Wili juga diduga menggunakan akun Instagram korban dan membuat story.

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan pihaknya masih menyelidiki video tersebut.

“Masih kita lakukan penyelidikan,” kata Yusuf, Jumat (11/9/2026).

Penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terjadi di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Rabu (9/9/2026). Ketiganya ditembak setelah rombongan mereka meninjau kegiatan cetak sawah.

Dua korban, yakni Aprida Rapi (49) dan Alfonsius Albinus Mehan (35), meninggal dunia di lokasi. Sementara Wili sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Aprida mengalami luka tembak di bagian perut. Alfonsius mengalami luka tembak di bagian belakang kepala dan tangan kiri, sedangkan Wili mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan.