Dobrak Stigma Kuno! Menkop Ferry Gandeng KB PII & RPB Sulap Koperasi Jadi Tongkrongan Bisnis Gen Z

Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono/IG

Jakarta, Generasi.co — Stigma bahwa koperasi hanyalah urusan generasi tua kini siap didobrak. Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono, tengah menyiapkan cetak biru strategis untuk menyuntikkan “darah muda” ke dalam urat nadi perekonomian nasional melalui gerakan koperasi.

Untuk mematangkan misi tersebut, Ferry menggelar audiensi khusus dengan dua pilar organisasi kepemudaan dan pergerakan di Jakarta pada Senin (23/2/2026). Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII), Nasrullah, serta Ketua Rumah Peradaban Bangsa (RPB), Joe Ryan, beserta jajaran pengurus masing-masing.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Menkop Ferry menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah mutlak untuk membajak potensi demografi Indonesia. Target utamanya: menyeret partisipasi aktif generasi Milenial dan Gen Z ke dalam ekosistem koperasi.

“Koperasi harus bertransformasi menjadi ruang yang relevan, inovatif, dan dekat dengan karakter generasi muda,” tegas Ferry Juliantono.

Bukan Sekadar Anggota, Anak Muda Harus Jadi Motor Penggerak

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, disepakati bahwa pendekatan konvensional tak lagi mempan untuk menarik minat anak muda. Koperasi masa depan harus tampil lebih segar dan mampu menjawab tantangan zaman.

Oleh karena itu, Ferry membeberkan tiga kunci utama untuk menyulap koperasi menjadi magnet bagi Milenial dan Gen Z:

  • Digitalisasi Masif: Mengubah sistem tata kelola dan transaksi koperasi menjadi sepenuhnya digital, cepat, dan transparan dalam satu genggaman.
  • Penguatan Kewirausahaan Muda: Menjadikan koperasi sebagai inkubator bisnis dan permodalan yang ramah bagi startup atau rintisan usaha milik anak muda.
  • Penciptaan Ekosistem Adaptif & Kreatif: Membangun wadah kolaborasi yang tidak kaku, melainkan luwes dan sejalan dengan gaya hidup serta kreativitas generasi masa kini.

Dengan tiga pilar transformasi tersebut, Kemenkop menargetkan sebuah lompatan paradigma. Anak muda tidak boleh lagi hanya diposisikan sebagai target pasar atau anggota pasif.

“Digitalisasi, penguatan kewirausahaan muda, serta penciptaan ekosistem koperasi yang adaptif dan kreatif menjadi kunci agar anak muda tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga motor penggerak koperasi modern yang berdaya saing dan berkelanjutan,” pungkas Ferry.

Sinergi antara pemerintah, KB PII, dan Rumah Peradaban Bangsa ini diharapkan menjadi embrio bangkitnya tren “Koperasi Gaya Baru” yang akan memimpin arus ekonomi Indonesia di masa depan.