Gebrakan Ferry Juliantono: 30 Ribu Gerai Koperasi Merah Putih Siap ‘Kuasai’ Desa, Karpet Merah untuk UMKM

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono/IG

JAKARTA, Generasi.co — Pemerintah melalui Kementerian Koperasi (Kemenkop) tengah bersiap meluncurkan mega-proyek ekonomi kerakyatan. Dalam dua bulan ke depan, ditargetkan akan berdiri sekitar 30.000 gerai ritel di tingkat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia di bawah bendera Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa puluhan ribu gerai ritel ini tidak akan diisi oleh produk-produk pabrikan raksasa atau barang impor, melainkan dikhususkan untuk menampung dan memasarkan produk-produk karya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Pernyataan progresif ini disampaikan langsung oleh Ferry melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Senin (9/3/2026).

“Dua bulan ke depan, kita akan memiliki sekitar 30 ribu gerai ritel di seluruh desa dan kelurahan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Saya ingin gerai-gerai koperasi ini diisi oleh produk karya kita sendiri, produk dari para pelaku UMKM,” tegas Ferry Juliantono.

Kualitas Lokal yang Mampu Bersaing

Keyakinan Ferry terhadap kapasitas UMKM lokal bukan tanpa alasan. Ia mencontohkan hasil kunjungannya saat melihat langsung produksi UMKM dari keluarga besar Pelajar Islam Indonesia (PII). Kelompok ini dinilai telah sukses memproduksi berbagai kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti sabun pembersih piring, dengan kualitas yang berani diadu.

Melihat potensi tersebut, Kemenkop berkomitmen untuk tidak sekadar membuka toko, tetapi juga memberikan pendampingan hulu ke hilir.

“Inilah yang ingin kita dorong. Para pelaku UMKM perlu segera memproduksi barang-barang berkualitas, dan kami di Kementerian Koperasi akan mendampingi agar produk-produk tersebut bisa masuk dan dipasarkan di gerai-gerai Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia,” urai Ferry.


3 Pilar Utama Program Koperasi Merah Putih

Fokus ProgramTarget & Implementasi
Infrastruktur RitelMembangun 30.000 gerai fisik di tingkat desa/kelurahan dalam 2 bulan (Mei 2026).
Pasar Eksklusif UMKMMenjadikan produk lokal (seperti kebutuhan rumah tangga) sebagai komoditas utama di etalase gerai.
Pendampingan (Mentoring)Kemenkop turun tangan memastikan standar kualitas produk UMKM layak jual dan bersaing.

Saatnya Produk Lokal Jadi Tuan Rumah

Langkah strategis ini diharapkan menjadi angin segar bagi jutaan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan menembus pasar ritel modern yang seringkali mematok syarat berat dan biaya (listing fee) yang mahal. Jaringan Koperasi Merah Putih ini diproyeksikan menjadi rantai pasok mandiri yang memutar roda ekonomi langsung di akar rumput.

Menutup unggahannya, Ferry Juliantono menyerukan semangat kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan. “Saatnya produk lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Ayo berkoperasi! Koperasi bangkit!” pungkasnya.