Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, berambisi memperluas cakupan ekonomi syariah di Indonesia agar tidak hanya mendominasi sektor keuangan semata. Untuk menembus sektor riil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, Ferry mendorong pembentukan koperasi masjid di seluruh Indonesia.
Langkah ini dinilai strategis untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, melainkan juga pusat pemberdayaan ekonomi umat melalui wadah koperasi.
“Ekonomi syariah harus terus kita dorong agar tidak hanya bergerak di sektor keuangan, tetapi juga hadir kuat di sektor riil yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” ujar Ferry dalam keterangannya, Kamis (22/01).
Adopsi Standar Global ESG
Ferry menekankan bahwa koperasi masjid harus menjadi ruang kolaborasi yang adil dan produktif. Namun, ia mengingatkan agar pengelolaan koperasi ini tetap adaptif terhadap tantangan zaman.
Berlandaskan nilai rahmatan lil ‘alamin, Ferry meminta koperasi masjid mengadopsi prinsip-prinsip global seperti Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Social Return on Investment.
“Ekonomi syariah hari ini juga harus menjawab tantangan global… dengan tanggung jawab bukan hanya pada kesejahteraan sosial, tetapi juga terhadap ekologi,” tegasnya.
Dengan pendekatan ini, koperasi masjid diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjamin keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial yang terukur.










