Menlu Sugiono ajak negara Asean optimalkan kekuatan ekonomi kolektif, jelang penerapan tarif resiprokal antaranggota. Potensi kawasan dinilai sangat besar.
Generasi.co, Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono menekankan perlunya negara-negara anggota Asean untuk mengoptimalkan kekuatan bersama dalam menghadapi dinamika ekonomi kawasan. Menurutnya, hal ini cukup relevan menjelang penerapan kebijakan tarif resiprokal antarnegara Asean yang mulai menjadi perhatian regional.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada media usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Selasa (29/7/2025).
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait apakah isu tarif resiprokal sempat dibahas dalam pertemuan tersebut, Sugiono menjelaskan hal itu belum menjadi topik utama dalam diskusi dengan PM Anwar.
Namun, ia menyoroti potensi besar Asean sebagai kekuatan ekonomi yang belum tergarap optimal, terutama dengan jumlah penduduk kawasan yang mencapai 680 juta jiwa.
“Masyarakat Asean ini 680 juta, merupakan populasi yang besar. Kalau dilihat dari sisi produsen maupun konsumen, kita punya inherent strength,” ungkap Sugiono, dikutip Rabu (30/7).
Ia juga mengungkapkan pesan mengenai pentingnya kolaborasi ekonomi regional telah disampaikannya dalam forum Asean Ministerial Meeting (AMM) di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.
Menurut Sugiono, kesadaran kolektif negara-negara Asean terhadap potensi strategis kawasan kini mulai tumbuh, yang diharapkan akan mendorong kerja sama ekonomi intra-kawasan yang lebih erat.
“Kenapa potensi yang sedemikian besar ini, di samping beberapa kelebihan lain yang kita miliki, tidak kita manfaatkan bersama-sama?” pungkasnya.
(BAS/Red)










