Kanwil Kemenkum Kalteng dan BNI Jajaki Peluang Kerja Sama

BNI Himpun USD700 Juta dari AT1, Permintaan Investor Oversubscribe 3,6 Kali/Ist.

Generasi.co, Palangka Raya – Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kalimantan Tengah (Kanwil Kemenkum Kalteng) dan Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Palangka Raya menjajaki peluang kerja sama melalui pertemuan kedua lembaga di Palangka Raya, Rabu.

Kepala Kanwil Kemenkum Kalteng Hajrianor mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi dengan berbagai pihak.

“Silaturahmi seperti ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat komunikasi dan membangun sinergi. Kami tentu terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang dapat mendukung pelaksanaan tugas dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat,” ujar Hajrianor.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai peran dan layanan masing-masing institusi serta potensi sinergi yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan kewenangan.

Hajrianor didampingi Plt Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Diana Soekowati, Ketua Tim P2L Hendra, serta Ketua Tim HRBTI Melinda Paramitha.

Sementara itu, rombongan BNI dipimpin Branch Manager M Dery Iswahyudin dan turut dihadiri Team Leader Area Business Team Renra Lumbantoruan, Area Business Team Harry, Personal Banking Relationship Manager Yunika, serta Business & Transaction Relationship Manager Hana.

M Dery mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya BNI mempererat hubungan dan membangun komunikasi dengan Kanwil Kemenkum Kalteng.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan yang diberikan oleh Kanwil Kemenkum Kalteng. Melalui silaturahmi dan audiensi ini, kami berharap komunikasi dan hubungan yang sudah terjalin dapat semakin baik, sekaligus membuka peluang sinergi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak ke depannya,” ujar M Dery.

BNI, kata dia, terbuka untuk melanjutkan komunikasi dengan Kanwil Kemenkum Kalteng guna menjajaki berbagai potensi kerja sama.

“Kami berharap pertemuan ini tidak berhenti pada silaturahmi saja, tetapi dapat dilanjutkan dengan komunikasi dan kolaborasi yang lebih konkret sesuai dengan potensi yang dimiliki masing-masing pihak,” katanya.