Menkop Ferry Kebut Revolusi Koperasi Merah Putih Demi Libas Pinjol & Tengkulak

Menteri Koperasi (Menkop) Republik Indonesia, Ferry Juliantono/IG

JAKARTA, Generasi.co — Sebuah pengakuan jujur sekaligus deklarasi perang terhadap sistem ekonomi yang mencekik rakyat kecil baru saja dilontarkan oleh Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono. Ia blak-blakan menyebut bahwa Kementerian Koperasi selama puluhan tahun seolah dianaktirikan dan dipandang sebelah mata.

Namun, era itu kini telah berakhir. Melalui akun Instagram pribadinya, Menkop Ferry menegaskan bahwa kementeriannya kini tengah memimpin sebuah “Revolusi Ekonomi Rakyat”.

“Selama puluhan tahun, Kementerian Koperasi seolah ditinggalkan. Bagi kami, situasinya seperti orang yang baru bangun tidur yang nyawanya belum sepenuhnya terkumpul, tetapi sudah harus berlari kencang,” ungkap Ferry Juliantono, menggambarkan beratnya tantangan yang dihadapinya.

Bukan Sekadar Program, Ini Perubahan Kultur

Menkop menyadari bahwa mengembalikan muruah koperasi sebagai tulang punggung perekonomian nasional tidak semudah membalik telapak tangan. Tantangan terbesarnya bukanlah sekadar merumuskan program, melainkan mengubah mindset (pola pikir), kultur, serta praktik ekonomi culas yang sudah mendarah daging di masyarakat.

Meski harus “berlari kencang” di tengah keterbatasan, Ferry melihat ini sebagai tantangan mutlak yang harus ditaklukkan.

Koperasi Merah Putih: Senjata Pemusnah Pinjol & Rentenir

Sebagai ujung tombak dari revolusi ini, pemerintah menaruh harapan besar pada megaproyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Jika ekosistem puluhan ribu gerai koperasi ini berjalan optimal, Ferry meyakini bahwa KDKMP akan menjadi “senjata mematikan” untuk mengatasi tiga persoalan ekonomi utama di akar rumput:

  • Melibas Praktik Rentenir: Memberikan akses permodalan yang manusiawi dan mudah dijangkau oleh warga desa.
  • Memberantas Pinjol Mencekik: Menjadi benteng pertahanan bagi masyarakat agar tidak lagi terjerat lingkaran setan Pinjaman Online (Pinjol) ilegal yang merusak kehidupan.
  • Memutus Rantai Tengkulak: Memberikan nilai tambah dan harga yang adil bagi hasil panen atau produksi warga, tanpa harus bergantung pada lintah darat atau perantara yang eksploitatif.

“Masyarakat akan memiliki alternatif yang lebih adil dan berpihak kepada mereka,” tegas Ferry.

Dengan hadirnya Koperasi Merah Putih, negara tidak hanya sekadar memberikan bantuan, tetapi membangun kemandirian agar rakyat bisa menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.