Generasi.co, Jakarta – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan pemerintah tidak akan melakukan intervensi dalam Muktamar Nahdlatul Ulama (NU). Pemerintah, kata dia, menghormati kemandirian NU dan menjaga netralitas selama proses muktamar.
“Pemerintah menghormati kemandirian NU, tidak melakukan intervensi maupun ikut campur dalam proses internal muktamar, serta menjaga netralitas,” tegas Syafi’i di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Syafi’i juga meminta seluruh jajaran dan satuan kerja Kementerian Agama, mulai tingkat pusat hingga kecamatan, menjaga sikap netral dan profesional. Mereka diminta menjalankan tugas sesuai fungsi masing-masing serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“”Tetap tenang, menjaga kondusivitas, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan semestinya,” pesan Syafi’i.
Menurut Syafi’i, pemerintah mengapresiasi kiprah NU dalam menjaga kehidupan keagamaan, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Ia menilai nilai tawasuth, tasammuh, dan tawazun yang diwariskan para ulama NU menjadi kekuatan dalam menjaga kebersamaan Indonesia.
Syafi’i berharap Muktamar NU berlangsung lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi warga Nahdliyyin, umat, bangsa, dan negara.
“Saya berharap muktamar berjalan lancar, khidmat, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdliyyin, umat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar muktamar melahirkan kepemimpinan yang amanah dan membawa NU semakin bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.
“Selamat bermuktamar. Semoga lahir kepemimpinan yang amanah dan membawa NU semakin berkah, bermanfaat, serta terus menebarkan maslahat bagi umat, bangsa, dan negara,” kata Syafi’i.










