Prabowo dan Erdogan Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis dan Dukung Perdamaian Palestina

Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi isu "Indonesia Gelap" dalam sambutannya di Kongres VI Partai Demokrat, yang digelar di Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025). (Tangkapan Layar YouTube Partai Demokrat)
Foto: Presiden RI Prabowo Subianto menanggapi isu "Indonesia Gelap" dalam sambutannya di Kongres VI Partai Demokrat, yang digelar di Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2025). (Tangkapan Layar YouTube Partai Demokrat)

Presiden RI Prabowo bertemu Presiden Erdogan di Turki untuk memperkuat kerja sama strategis, membahas multilateralisme, dan mendukung solusi damai dua negara untuk Palestina.

Generasi.co, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Turki, Kamis (10/4/2025), sebagai tindak lanjut undangan resmi dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pertemuan bilateral antara kedua pemimpin negara ini menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan Indonesia–Turki di berbagai sektor, terutama ekonomi, diplomasi global, dan perdamaian internasional.

Kunjungan ini merupakan pertemuan lanjutan setelah Presiden Erdogan berkunjung ke Indonesia pada Februari 2025 lalu.

Dalam pernyataan resminya, Philips Vermonte, Juru Bicara Kantor Komunikasi Presiden (Presidential Communication Office/PCO), mengungkap pertemuan ini akan dimanfaatkan untuk menyusun perjanjian strategis bilateral, serta memperkuat komitmen terhadap multilateralisme dalam menghadapi tantangan global.

“Indonesia dan Turki akan memperkuat hubungan melalui perjanjian strategis dan komitmen terhadap multilateralisme saat Presiden Prabowo mengunjungi Turki,” ujar Philips.

Target Perdagangan Naik hingga US$ 10 Miliar

Dalam kerja sama ekonomi, Indonesia dan Turki memiliki ambisi besar. Kedua negara telah menyepakati target peningkatan volume perdagangan menjadi US$ 10 miliar, atau setara Rp167 triliun (dengan kurs Rp 16.700 per dolar AS).

Target ini diharapkan dapat dicapai dengan menyusun kerangka kerja sama yang saling menguntungkan serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan masing-masing negara.

Philips menyebutkan bahwa masih banyak ruang kerja sama ekonomi yang dapat dimaksimalkan oleh kedua negara, mengingat potensi komplementer dari sektor industri, energi, pertahanan, dan teknologi.

Bahas Perang Dagang dan Komitmen Multilateralisme

Salah satu isu penting yang turut menjadi pokok bahasan adalah dampak perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Indonesia dan Turki menyuarakan pentingnya multilateralisme dan kerja sama lintas negara sebagai pendekatan untuk menghindari ketegangan ekonomi global yang berlarut-larut.

“Indonesia dan Turki memiliki modalitas yang kuat untuk menegakkan semangat multilateralisme dalam lanskap global saat ini,” jelas Philips.

Kedua negara juga aktif dalam forum internasional seperti Developing Eight (D-8) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan akan terus memanfaatkan platform tersebut untuk mendorong aksi kolektif dalam isu pembangunan dan solidaritas global.

Dukung Reformasi Lembaga Internasional

Sebagai negara menengah yang berpengaruh di panggung global, Indonesia dan Turki turut menyuarakan pentingnya reformasi pada institusi internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Keduanya percaya bahwa reformasi diperlukan agar lembaga-lembaga tersebut bisa lebih adil, inklusif, dan responsif terhadap kepentingan negara-negara berkembang.

Dengan jumlah penduduk muslim terbesar dan posisi geopolitik yang strategis, Indonesia dan Turki dinilai memiliki landasan kuat dalam menjalin hubungan bilateral yang kokoh dan berkelanjutan.

Dorongan terhadap Perdamaian Palestina

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian abadi di Timur Tengah, khususnya terkait konflik Israel–Palestina.

Ia kembali menyuarakan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar terbaik untuk menghentikan konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Indonesia akan terus mendorong semangat perdamaian, khususnya terkait konflik di Palestina,” tutur Philips.

Komitmen Indonesia ini sejalan dengan posisi Turki yang secara konsisten membela hak rakyat Palestina.

Dukungan kedua negara terhadap perjuangan Palestina dianggap krusial dalam menyatukan kekuatan negara-negara OKI untuk memperjuangkan keadilan dan stabilitas di Timur Tengah.

(BAS/Red)