Sudaryono Minta Warga Lapor Jika Ada Harga Pangan Tak Wajar: Jangan Ada yang Main-main!

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono/IG

Menjelang momentum Bulan Suci Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pemerintah telah mengambil langkah strategis untuk menjamin ketersediaan pangan dan stabilitas harga di pasaran.

Merespons kekhawatiran masyarakat terkait potensi lonjakan harga kebutuhan pokok, Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Komisi IV DPR RI.

Berdasarkan data terkini, ia menjamin stok komoditas strategis hasil panen petani lokal dalam kondisi melimpah.

“Data menunjukkan stok beras, jagung, cabai, sampai daging ayam dalam kondisi cukup karena hasil panen petani kita sendiri melimpah,” ujar Sudaryono melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (6/2).

Bentuk Satgas ‘Sapu Bersih’

Guna mencegah terjadinya distorsi pasar, Kementerian Pertanian tidak segan mengambil tindakan tegas. Sudaryono mengumumkan pembentukan tim khusus bernama Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan.

Satgas ini ditugaskan untuk mengawasi pergerakan harga dan distribusi 10 bahan pokok penting hingga ke tingkat kabupaten dan kota. Tujuannya agar tidak ada celah bagi spekulan atau oknum tak bertanggung jawab untuk mempermainkan harga.

“Supaya tidak ada oknum yang main-main dengan stok dan harga, kita siapkan Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Pangan,” tegasnya.

Masyarakat Bisa Lapor

Sudaryono juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi. Jika warga menemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar atau indikasi penimbunan stok di wilayahnya, ia meminta agar segera melapor melalui layanan pengaduan yang telah disediakan.

Politikus Partai Gerindra ini menekankan bahwa fokus utama pemerintah adalah memberikan ketenangan bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa tanpa harus dipusingkan oleh urusan dapur.

“Pengawasan ketat di lapangan terus dilakukan agar distribusi lancar dan harga tetap terjangkau. Kita ingin Lebaran nanti semua keluarga bisa berkumpul dengan makanan yang cukup di meja makan,” pungkas Sudaryono.